Tiga Pemain Cedera Jelang Final Piala Asia Futsal 2026, Ini Strategi Rotasi Hector Souto

Timnas Futsal Indonesia
Tiga Pemain Cedera Jelang Final Piala Asia Futsal 2026. Foto : Instagram @souto.h
0 Komentar

RADARCIREBON.TV – Timnas Futsal Indonesia menghadapi tantangan serius menjelang laga final Piala Asia Futsal 2026 kontra Iran. Tiga pemain pilar, yakni Mochammad Iqbal, Yogi Saputra, dan Rio Pangestu, mengalami masalah kebugaran usai laga semifinal melawan Jepang. Kondisi ini memaksa pelatih Hector Souto untuk menyiapkan strategi rotasi demi menjaga keseimbangan tim di partai puncak.

Mochammad Iqbal diketahui mengalami kelelahan berat setelah bermain dengan intensitas tinggi selama semifinal. Sementara itu, Yogi Saputra dan Rio Pangestu bahkan tidak mampu menyelesaikan pertandingan akibat cedera dan kram otot. Dengan jeda waktu yang relatif singkat menuju final, risiko menurunkan ketiganya dalam kondisi belum pulih sepenuhnya menjadi perhatian utama tim pelatih.

Memaksakan pemain yang belum fit berpotensi berdampak fatal, terutama saat menghadapi Iran yang dikenal memiliki tempo permainan cepat dan kekuatan fisik luar biasa. Cedera berulang atau penurunan performa di tengah laga bisa merugikan Indonesia dalam pertandingan penentuan gelar. Karena itu, Hector Souto menegaskan pentingnya proses pemulihan maksimal dalam 48 jam terakhir jelang final.

Baca Juga:Rekomendasi Tema Khutbah Jumat Menjelang Ramadhan 1447 H, Lengkap dengan Jadwal Puasa 2026Harga dan Spesifikasi OPPO Reno 15 5G: Kamera 50MP dan Fast Charging 80W

Sebagai langkah antisipasi, rotasi pemain menjadi opsi realistis. Timnas Futsal Indonesia memiliki kedalaman skuad yang cukup kompetitif, dengan beberapa pemain pelapis yang siap mengisi peran penting. Souto diprediksi akan memanfaatkan fleksibilitas posisi para pemainnya untuk menjaga intensitas permainan tanpa harus bergantung pada satu atau dua nama saja.

Peran pemain pelapis akan sangat krusial di laga final. Mereka tidak hanya dituntut menjaga stabilitas permainan, tetapi juga harus mampu mengimbangi kualitas Iran yang dikenal efisien dalam memanfaatkan peluang. Masuknya pemain-pemain dengan kondisi fisik lebih segar diharapkan dapat menjaga ritme permainan Indonesia tetap agresif, terutama pada babak-babak krusial.

Selain rotasi, pendekatan taktik juga diperkirakan mengalami penyesuaian. Hector Souto kemungkinan akan lebih menekankan organisasi bertahan yang disiplin serta transisi cepat untuk mengurangi beban fisik berlebih pada pemain inti. Strategi ini dinilai efektif untuk menghadapi tekanan Iran tanpa mengorbankan peluang menyerang.

Dengan situasi cedera yang menghampiri, final Piala Asia Futsal 2026 menjadi ujian nyata bagi kecerdikan Hector Souto dalam meracik komposisi tim. Keputusan rotasi yang tepat dan pemanfaatan kedalaman skuad akan sangat menentukan apakah Timnas Futsal Indonesia mampu tampil kompetitif dan kembali mencetak sejarah di hadapan publik sendiri.

0 Komentar