Tren Pemain Diaspora Ramaikan Liga 1, Bojan Hodak Tegaskan Naturalisasi Bukan Solusi Instan

Bojan Hodak
Tren Pemain Diaspora Ramaikan Liga 1, Bojan Hodak Tegaskan Naturalisasi Bukan Solusi Instan. (Foto. Instagram Pribadi @bojanhodakluka)
0 Komentar

RADARCIREBON.TV – Bursa transfer paruh musim BRI Super League 2025/2026 menghadirkan warna baru dalam persaingan sepak bola nasional. Sejumlah klub papan atas terlihat aktif memburu pemain diaspora berstatus naturalisasi, sebuah tren yang kian menonjol dan memengaruhi peta kekuatan Liga 1 musim ini.

Kehadiran pemain keturunan Indonesia yang sebelumnya berkarier di luar negeri dinilai memberi nilai tambah bagi klub-klub peserta liga. Selain memperdalam komposisi skuad, langkah ini juga diyakini mampu meningkatkan intensitas dan kualitas kompetisi secara keseluruhan.

Persija Jakarta menjadi salah satu tim yang paling mencuri perhatian publik. Macan Kemayoran resmi mengamankan jasa dua pemain Timnas Indonesia, yakni Mauro Zijlstra dan Shayne Pattynama. Tak hanya itu, gelandang muda Ivar Jenner juga disebut-sebut semakin dekat merapat ke Dewa United, menambah daftar panjang pemain diaspora yang merumput di Liga 1.

Baca Juga:Harga Emas Antam LM Terbaru Stabil di Level Tinggi, Investor Masih Minat Investasi Logam MuliaMengenal Investasi Emas Digital: Solusi Menabung Emas Praktis dan Legal di Era Finansial Digital

Persib Bandung pun tak ketinggalan dalam arus tersebut. Klub berjuluk Maung Bandung itu merekrut Dion Markx, bek muda Timnas Indonesia U-20, untuk memperkuat lini pertahanan pada paruh kedua musim. Kehadiran Dion menambah deretan pemain naturalisasi di skuad Persib yang sebelumnya sudah diisi oleh Thom Haye, Eliano Reijnders, dan Marc Klok.

Keempat pemain tersebut berperan penting dalam perjalanan Persib musim ini, baik di ajang domestik maupun internasional. Kontribusi mereka membantu Persib tampil konsisten di BRI Super League sekaligus bersaing di AFC Champions League Two.

Pelatih Persib, Bojan Hodak, memandang fenomena naturalisasi dari sudut pandang yang lebih luas. Menurutnya, proses naturalisasi bukanlah jalan pintas yang dilakukan sembarangan, melainkan telah melalui mekanisme resmi dan seleksi ketat dari federasi.

“Pemain naturalisasi dipilih oleh PSSI karena mereka memiliki darah keturunan Indonesia dan secara regulasi memang berhak membela Indonesia,” ujar Bojan di Bandung, Kamis (5/2/2026).

Pelatih asal Kroasia tersebut menegaskan bahwa kehadiran pemain naturalisasi justru memberikan dampak nyata bagi perkembangan sepak bola nasional. Selain sah secara hukum, para pemain tersebut dinilai mampu meningkatkan standar permainan di Liga 1.

Bojan mencontohkan perubahan signifikan yang dialami Persib di kompetisi Asia. Jika musim lalu mereka harus terpuruk di dasar klasemen fase grup AFC Champions League Two, musim ini Persib mampu bangkit, keluar sebagai juara grup, dan melaju ke babak 16 besar.

0 Komentar