RADARCIREBON.TV – Panggung snowboarding Olimpiade Musim Dingin Milano, Cortina 2026 belum benar-benar dingin. Justru sebaliknya, tensi dipastikan memanas ketika nomor slopestyle resmi dimulai pada 16 Februari 2026. Setelah Jepang mengguncang dunia lewat dominasi di Big Air, China kini datang dengan satu misi yang tak lagi disembunyikan: balas dendam.
Nama Kira Kimura, Ryoma Kimata, dan Su Yiming kembali berada dalam satu lintasan cerita. Big Air telah menjadi milik Jepang, tetapi slopestyle adalah medan berbeda, lebih panjang, lebih kompleks, dan lebih kejam bagi mereka yang tak konsisten.
Bagi China, kekalahan Su Yiming di Big Air bukan sekadar kehilangan emas. Itu adalah simbol runtuhnya dominasi yang selama beberapa tahun terakhir mereka bangun dengan rapi. Slopestyle kini diposisikan sebagai panggung pembalasan, sekaligus upaya merebut kembali supremasi snowboarding Asia.
China Datang dengan Luka, Jepang dengan Beban
Baca Juga:Jepang Mengguncang Big Air Olimpiade 2026, Dominasi China Dipatahkan di Olimpiade Musim DinginIndonesia Tanpa Wakil di Olimpiade Musim Dingin, Italia Pecah Telur Emas Snowboard, Asia Makin Menggigit
Su Yiming dipastikan tampil agresif. Atlet yang dikenal dengan gaya eksplosif dan trik berisiko tinggi itu tak lagi berada di posisi nyaman. Ia datang sebagai pemburu, bukan juara bertahan. Kesalahan kecil di Big Air telah menjadi pelajaran mahal, dan slopestyle memberi ruang lebih luas bagi kreativitas serta variasi teknis yang selama ini menjadi kekuatan China.
Namun Jepang juga tak datang tanpa tekanan. Kimura, sang juara Big Air, kini memikul beban baru: membuktikan bahwa emas Olimpiade bukan hasil satu momen, melainkan konsistensi kelas dunia. Slopestyle akan menguji stamina, fokus, dan stabilitas mentalnya dalam lintasan panjang yang tak memberi ruang untuk kesalahan beruntun.
Sementara itu, Ryoma Kimata berpotensi menjadi kuda hitam. Tanpa sorotan sebesar Kimura atau Su, ia justru bisa tampil lepas dan memanfaatkan celah ketika dua rival utamanya saling menekan.
Slopestyle: Arena Perang Sesungguhnya
Berbeda dengan Big Air yang bertumpu pada dua lompatan terbaik, slopestyle adalah ujian total. Rail, box, jump beruntun, dan transisi teknis menuntut presisi sejak start hingga finish. Satu kesalahan kecil bisa merusak keseluruhan skor.
Inilah alasan China percaya slopestyle adalah panggung ideal untuk membalas Jepang. Pengalaman, kedalaman teknik, dan agresivitas menjadi senjata utama.
