HT: Persija vs Arema 0-0, Duel Kental Aroma Brazil Menguat di Panggung GBK

Supporter Persija
Supporter Persija Foto : IG Persija
0 Komentar

RADARCIREBON.TV – Babak pertama duel Persija Jakarta kontra Arema FC berakhir tanpa gol. Skor 0-0 terpampang di layar Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Minggu malam, di tengah atmosfer megah yang sayangnya belum sepenuhnya terbayar oleh kualitas penyelesaian akhir di lapangan.

Namun laga ini bukan tanpa cerita. Di balik skor kacamata, terselip satu fenomena yang makin sulit diabaikan: kuatnya dominasi pemain Brazil dalam komposisi dua klub besar Liga Indonesia.

Pertandingan ini juga menjadi panggung emosional bagi Gustavo Franca, atau yang akrab disapa Pak Kumis. Pemain asal Brazil itu kembali ke Jakarta, kali ini bukan sebagai bagian dari Macan Kemayoran, melainkan dengan seragam Arema FC. Dulu ia dilepas Persija karena dianggap tak sesuai dengan rencana permainan. Kini, GBK menjadi saksi upayanya membuktikan bahwa keputusan itu layak diperdebatkan.

Baca Juga:Rekap Bursa Transfer Persija Jakarta: Ryo Matsumura Tergusur, Macan Kemayoran Boyong Rekan Lionel MessiNama Cyrus Margono Dikaitkan dengan Persija, Begini Fakta dan Dampaknya bagi Macan Kemayoran

Arema tampil dengan nuansa Brazil yang sangat kental. Dari 11 pemain inti, tujuh di antaranya berasal dari negeri samba. J Vinícius memimpin lini depan, Dalberto bergerak aktif di sisi sayap, sementara Gustavo Franca, Gabriel Silva, Betinho, M Blade, dan Walisson Maia mengisi sektor tengah hingga belakang. Di bangku cadangan masih ada Valdeci, menegaskan betapa dominannya warna Brazil dalam skuad Singo Edan. Sentuhan itu makin lengkap dengan kehadiran pelatih Marquinhos Santos, juga asal Brazil.

Persija tak kalah “kosmopolitan”. Lima pemain Brazil mengisi starting eleven: Maxwell, Fabio, Thales, Gustavo, dan Carlos Eduardo yang berdiri di bawah mistar. Di sisi lapangan, Mauricio Ferreira de Souza memimpin dari pinggir lapangan, menambah daftar pelatih Brazil di laga ini. Dari bangku cadangan, Paulo Ricardo dan Sousa siap menjadi opsi lanjutan. Dan ada rekrutan baru Persija dari Brazil mantan rekan Messi di Miami, Jean Mota yang juga asal Brazil.

Hasilnya adalah pertandingan dengan intensitas tinggi dan duel fisik yang kuat, namun minim peluang bersih. Tempo kadang cepat, sentuhan individu terlihat, tetapi kerap berhenti sebelum benar-benar mengancam gawang. Sepak bola yang disajikan rapi, namun belum tajam.

0 Komentar