RADARCIREBON.TV — Riuh rendah ribuan penonton di Livigno Snow Park menjadi saksi lahirnya sejarah baru Olimpiade Musim Dingin 2026 Milano, Cortina. Tuan rumah Italia akhirnya mengamankan medali emas perdana dari cabang seluncur salju (snowboard), setelah atlet veteran mereka tampil nyaris sempurna di nomor Parallel Giant Slalom (PGS), Minggu (8/2/2026).
Lintasan Livigno yang terkenal teknis dan kejam justru menjadi panggung pembuktian. Dengan kemiringan tajam dan tikungan berisiko tinggi, satu kesalahan kecil bisa berarti kegagalan. Namun wakil Italia menunjukkan kelasnya. Meski sempat tertinggal dari atlet Austria di sektor awal, ketenangan dan presisi saat transisi di tikungan terakhir menjadi pembeda. Catatan waktu akhir menunjukkan keunggulan tipis hanya 0,12 detik, cukup untuk mengibarkan Merah Putih Italia di puncak podium.
Sorak sorai memuncak di area finis. Livigno, yang lama dijuluki sebagai jantung olahraga ekstrem Italia Utara, kembali membuktikan reputasinya sebagai arena kelas dunia.
Baca Juga:Perjalanan Hidup dan Karier Mia Audina, Peraih Medali Perak Olimpiade yang Memilih Jadi Warga Negara BelandaDari Emas SEA Games ke Panggung Dunia: Basral Graito Pasang Target Asian Games 2026 dan Olimpiade 2028
Di balik dominasi Eropa, Asia kembali mencuri perhatian. Korea Selatan mengamankan medali perunggu, menegaskan bahwa peta persaingan snowboard dunia tak lagi sepenuhnya milik Eropa dan Amerika Utara. Tren ini kian terasa di Olimpiade Milano, Cortina, di mana atlet-atlet Asia tampil berani, cepat, dan semakin matang secara teknik.
Kondisi lintasan disebut berada dalam keadaan ideal, meski suhu udara sempat meningkat. Penyelenggara mengandalkan teknologi salju buatan mutakhir untuk menjaga konsistensi permukaan, demi keselamatan sekaligus keadilan kompetisi.
Jepang Menggebrak Big Air, Livigno Kian Membara
Hari yang sama juga menjadi momen bersejarah bagi Jepang. Kira Kimura tampil memukau di nomor Big Air Putra, menyihir juri dan penonton lewat rangkaian lompatan presisi dengan eksekusi bersih. Medali emas yang diraihnya mempertegas status Jepang sebagai kekuatan utama olahraga musim dingin ekstrem.
Sementara itu, nomor Parallel Giant Slalom masih terus menyedot perhatian, menghadirkan duel kecepatan murni yang ditentukan oleh keberanian dan ketepatan membaca lintasan.
Livigno yang kerap dijuluki “Tibet Kecil Italia” karena letaknya di ketinggian lembah Valtellina menjadi medan tempur sempurna sejak kompetisi snowboard dibuka pada 5 Februari. Aksi-aksi ekstrem yang tersaji di venue ini tak hanya menghibur, tetapi juga mengangkat standar baru Olimpiade Musim Dingin.
