Jepang Mengguncang Big Air Olimpiade 2026, Dominasi China Dipatahkan di Olimpiade Musim Dingin

Snowboarding
Ilustrasi snowboarding Foto : ai
0 Komentar

RADARCIREBON.TV – Peta kekuatan snowboarding dunia resmi berubah di Olimpiade Musim Dingin Milano-Cortina 2026. Tim snowboard putra Jepang tampil brutal dan efektif di final nomor Big Air, Sabtu malam waktu setempat, dengan menyapu dua posisi teratas sekaligus mematahkan dominasi atlet China yang selama ini sulit digoyahkan.

Di lintasan ekstrem Pegunungan Alpen, Kira Kimura dan Ryoma Kimata tampil tanpa kompromi. Keduanya bukan hanya menang, tetapi memberi pesan keras: Jepang kini menjadi kekuatan baru snowboarding Olimpiade.

Kimura Bangkit, China Tersingkir dari Singgasana

Nama Kira Kimura langsung melejit menjadi sorotan utama. Atlet 21 tahun itu sukses mengunci medali emas Olimpiade pertamanya dengan total skor 179,50 poin, sebuah capaian yang lahir dari keberanian mengambil risiko dan mental baja.

Baca Juga:Indonesia Tanpa Wakil di Olimpiade Musim Dingin, Italia Pecah Telur Emas Snowboard, Asia Makin MenggigitPerjalanan Hidup dan Karier Mia Audina, Peraih Medali Perak Olimpiade yang Memilih Jadi Warga Negara Belanda

Kimura sempat membuat publik Livigno terdiam ketika ia tergelincir di percobaan kedua. Namun di saat tekanan berada di titik tertinggi, ia justru mengeluarkan jurus pamungkas. Lompatan terakhirnya dengan trik switch backside 1900 dieksekusi nyaris sempurna, membuat juri tak punya alasan untuk menahan skor tinggi.

Selepas mendarat, Kimura langsung berteriak ke udara. Pelatihnya, Daisuke Nishimura, terlihat emosional di area finish sebuah gambaran betapa berat perjalanan menuju podium tertinggi Olimpiade.

“Saya mengorbankan hampir segalanya untuk musim ini. Dukungan keluarga dan tim membuat saya bertahan di saat orang-orang meragukan saya,” kata Kimura dengan mata berkaca-kaca.

Perak Jepang, Tekanan Total untuk Lawan

Tak berhenti di emas, Jepang semakin menekan lawan lewat Ryoma Kimata. Atlet berusia 23 tahun itu tampil konsisten dan presisi sejak awal final, mengoleksi 171,50 poin untuk memastikan medali perak.

Kimata mengakui final Big Air kali ini menjadi salah satu yang paling menegangkan sepanjang kariernya. Namun ia puas karena mampu mengeksekusi seluruh elemen teknis sesuai rencana.

Kombinasi emas dan perak ini menandai salah satu pencapaian terbesar Jepang dalam sejarah snowboarding Olimpiade.

Su Yiming Kehilangan Momentum, China Harus Puas dengan Perunggu

Di sisi lain, malam itu bukan milik Su Yiming. Juara bertahan asal China harus merelakan tahtanya direbut Jepang setelah finis di posisi ketiga dengan 168,50 poin.

0 Komentar