Analisis Pasar 2026: Emas Cetak Rekor, Bitcoin Justru Turun! Apa yang Sebenarnya Terjadi di 2026?

Analisis Pasar 2026: Emas Cetak Rekor, Bitcoin Justru Turun!
Dok. Shutterstock AI
0 Komentar

RADARCIREBON.TV – Awal tahun 2026 menjadi periode yang sangat kontras bagi para pelaku pasar modal dan investor global. Dunia keuangan tengah menyaksikan fenomena unik yang dikenal sebagai “The Great Decoupling” atau pemisahan besar. Jika biasanya emas dan Bitcoin sering dianggap berjalan beriringan sebagai aset pelindung nilai (safe haven), tahun ini ceritanya sangat berbeda. Saat harga logam mulia terus melambung tinggi, aset kripto terbesar di dunia justru mengalami tekanan hebat.

Fenomena Pemisahan Harga: Emas vs Bitcoin

Memasuki kuartal pertama 2026, harga emas dunia mencatatkan sejarah baru dengan menembus level tertinggi sepanjang masa. Permintaan akan emas fisik dan ETF emas melonjak tajam seiring dengan meningkatnya ketidakpastian geopolitik dan kekhawatiran terhadap inflasi global yang belum sepenuhnya terkendali. Bagi banyak investor tradisional, emas tetap menjadi “pelabuhan terakhir” yang paling aman untuk menjaga kekayaan mereka.

Sebaliknya, kondisi di pasar kripto justru terlihat lesu. Bitcoin, yang sempat menyentuh angka fantastis di USD 126.000 pada akhir tahun 2025, kini harus rela terkoreksi hingga ke level USD 78.000 pada Januari 2026. Penurunan sekitar 38% dari titik puncaknya ini memicu pertanyaan besar: Mengapa Bitcoin tidak lagi bergerak searah dengan emas?

Mengapa Bitcoin Melemah di Saat Emas Berjaya?

Baca Juga:Berapa Hari Lagi Puasa Ramadhan 2026? Ini Perbedaan Pendapat Pemerintah, NU, dan MuhammadiyahNamamu Masuk Daftar? Bansos PKH dan BPNT Cair Februari 2026, Cek Nominal dan Desil Sekarang!

Penyebab utama dari anjloknya Bitcoin adalah masalah likuiditas global. Di tahun 2026, kebijakan moneter yang ketat di berbagai negara maju membuat aliran dana ke aset berisiko menjadi tersendat. Bitcoin dalam hal ini berfungsi layaknya “spons” yang menyerap kelebihan modal dari sistem perbankan. Ketika likuiditas melimpah, Bitcoin melonjak. Namun, saat likuiditas mengering, Bitcoin menjadi aset pertama yang dilepas oleh investor institusi di Wall Street untuk menutupi margin atau kerugian di sektor lain.

Selain itu, terjadinya likuidasi massal senilai USD 1,7 miliar pada akhir Januari 2026 memperparah keadaan. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun Bitcoin sudah mulai diadopsi secara luas, volatilitasnya tetap jauh lebih tinggi dibandingkan emas. Investor saat ini lebih memilih stabilitas fisik emas daripada risiko fluktuasi digital di tengah ekonomi yang tidak menentu.

Bukan Berarti Bitcoin Gagal

0 Komentar