Rahasia Emas: Strategi Cerdas dan Aman Raih Cuan dari Investasi Emas di Era Digital

Investasi
Emas dikenal sebagai aset yang tahan terhadap inflasi dan memiliki nilai intrinsik tinggi. Foto: Radar Bojonegoro/tangkap layar - radarcirebon.tv
0 Komentar

RADARCIREBON.TV- Dalam beberapa tahun terakhir, investasi emas kembali menjadi primadona di kalangan masyarakat Indonesia.

Ketidakpastian ekonomi global, fluktuasi nilai tukar rupiah, serta meningkatnya kesadaran finansial membuat banyak orang melirik logam mulia ini sebagai instrumen lindung nilai (hedging) yang aman dan menguntungkan.

Namun, di balik tren positif tersebut, masih banyak investor pemula yang belum memahami strategi tepat dalam berinvestasi emas. Banyak yang terjebak membeli di harga tinggi, kurang memperhatikan biaya penyimpanan, hingga salah memilih platform investasi. Padahal, dengan strategi yang cermat, emas bisa menjadi sumber cuan jangka panjang yang stabil dan rendah risiko.

Baca Juga:Cerdas Hadapi Banjir: Bagaimana AI Menjadi Investasi Krusial bagi Bisnis di IndonesiaMenteri Keuangan Purbaya Undang 12 Fund Manager Bahas Stabilitas Pasar dan Iklim Investasi Nasiona

Mengapa Emas Tetap Jadi Pilihan Favorit

Emas dikenal sebagai aset yang tahan terhadap inflasi dan memiliki nilai intrinsik tinggi. Saat harga barang dan jasa naik, nilai emas cenderung ikut naik pula. Hal inilah yang membuatnya sering disebut sebagai “safe haven” tempat berlindung bagi investor di tengah gejolak ekonomi.

Menurut data dari World Gold Council (WGC), harga emas dunia terus menunjukkan tren positif sejak 2020. Bahkan pada pertengahan 2025, harga emas sempat menembus US$2.400 per troy ounce, tertinggi dalam lima tahun terakhir. Di Indonesia sendiri, harga emas Antam kini stabil di kisaran Rp1,3 juta per gram, menandakan kepercayaan publik yang tinggi terhadap logam mulia ini.

Ekonom dari Universitas Gadjah Mada, Dr. Eko Prasetyo, menjelaskan bahwa emas tetap menjadi instrumen favorit karena sifatnya yang likuid dan mudah dijual kembali. “Berbeda dengan properti atau saham yang fluktuatif dan butuh waktu lama untuk dicairkan, emas bisa dijual kapan saja, bahkan dalam situasi ekonomi sulit. Ini yang membuatnya istimewa,” ujarnya.

Tips 1: Tentukan Tujuan Investasi Sejak Awal

Langkah pertama agar investasi emas menghasilkan cuan maksimal adalah menentukan tujuan finansial sejak awal. Apakah untuk dana darurat, tabungan jangka menengah, atau persiapan pensiun? Tujuan ini akan menentukan strategi pembelian dan jangka waktu penyimpanan.

Jika tujuannya jangka pendek (1-3 tahun), sebaiknya beli emas dalam gram kecil (0,5-5 gram) agar mudah dicairkan. Namun, untuk investasi jangka panjang (lebih dari 5 tahun), pembelian dalam ukuran besar (10-100 gram) akan lebih efisien karena biaya cetak dan selisih jual-beli (spread) relatif lebih rendah.

0 Komentar