Proyeksi Harga Emas Akhir Februari 2026: Analis Prediksi Tembus Rp90,7 Juta

Harga Emas 2026
Proyeksi Harga Emas Akhir Februari 2026. Foto : Ilustrasi AI
0 Komentar

RADARCIREBON.TV – Pergerakan harga emas dunia diperkirakan masih berada dalam tren positif hingga akhir Februari 2026. Sejumlah analis dan lembaga keuangan global memproyeksikan logam mulia akan melanjutkan penguatan, seiring meningkatnya minat investor terhadap aset lindung nilai di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Secara global, harga emas diperkirakan bergerak dalam kisaran US$4.914 hingga US$5.719 per troy ounce. Dalam jangka pendek, target teknikal emas berada di area US$5.100–US$5.200. Jika level tersebut berhasil ditembus secara konsisten, peluang emas untuk menguji area US$5.400 per troy ounce dinilai semakin terbuka.

Optimisme terhadap harga emas juga tercermin dari proyeksi sejumlah lembaga keuangan besar dunia. Goldman Sachs menargetkan harga emas mencapai US$5.400 per troy ounce, didorong oleh permintaan kuat dari bank sentral dan investor institusi. Sementara itu, JPMorgan memprediksi tren kenaikan emas masih berlanjut sepanjang 2026, dengan potensi menyentuh US$6.300 per troy ounce. Pandangan serupa disampaikan Wells Fargo, yang menaikkan proyeksi harga emas akhir 2026 ke kisaran US$6.100–US$6.300.

Baca Juga:Cap Go Meh 2026 Jatuh pada 3 Maret: Ini Jadwal dan Lokasi PerayaannyaKontroversi Wasit Liverpool vs Man City: Ini Alasan Marc Guehi Tak Dikartu Merah Versi Premier League

Di pasar domestik, harga emas batangan Antam juga mencerminkan tren bullish tersebut. Sepanjang awal hingga pertengahan Februari 2026, harga emas Antam sempat mencetak rekor di rentang Rp2,94 juta hingga Rp3,21 juta per gram. Meski demikian, volatilitas masih berpotensi tinggi hingga akhir bulan, terutama akibat aksi ambil untung jangka pendek oleh investor ritel.

Kenaikan harga emas saat ini didorong oleh beberapa faktor utama. Salah satunya adalah akumulasi cadangan emas oleh bank sentral di berbagai negara, yang bertujuan memperkuat stabilitas keuangan dan mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS. Selain itu, ketegangan geopolitik global turut meningkatkan daya tarik emas sebagai aset aman.

Faktor lain yang tak kalah penting adalah ekspektasi penurunan suku bunga The Federal Reserve (The Fed). Kebijakan moneter yang lebih longgar cenderung melemahkan nilai tukar dolar AS, sehingga memberikan dorongan tambahan bagi harga emas di pasar internasional.

Meski prospeknya dinilai cerah, investor tetap diimbau untuk mencermati risiko volatilitas. Harga emas dapat bergerak fluktuatif dalam jangka pendek, dipengaruhi sentimen global dan data ekonomi terbaru. Untuk memantau perkembangan terkini, investor dapat mengecek harga emas Antam atau grafik emas dunia (XAU/USD) melalui sumber resmi sebelum mengambil keputusan investasi.

0 Komentar