Respons PBSI Terkait Indonesia Open 2027 Bakal Digelar 11 Hari, Ini Kata Mereka

Respons PBSI Terkait Indonesia Open 2027 Bakal Digelar 11 Hari
Source: shutterstock
0 Komentar

RADARCIREBON.TV – Persiapan besar tengah dibahas dalam dunia bulutangkis internasional setelah Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) mengumumkan perubahan signifikan pada format turnamen kelas Super 1000 mulai musim kompetisi 2027. Salah satu hal paling mencolok adalah rencana pelaksanaan Indonesia Open dengan durasi hingga 11 hari, jauh lebih panjang dari pelaksanaan turnamen yang biasanya hanya berlangsung sekitar seminggu saja.

Menurut rencana yang diumumkan BWF, format baru ini akan memperluas jumlah pertandingan karena turnamen Super 1000 akan menggunakan fase grup sebelum memasuki babak gugur. Selain itu jumlah pertandingan global diproyeksikan naik drastis, dari sekitar 1.410 menjadi hampir 3.000 pertandingan yang disiarkan di seluruh dunia. Tujuan peningkatan ini adalah untuk memperluas jangkauan bulutangkis ke lebih banyak negara dan memperkuat posisi olahraga ini di kancah internasional.

Menyikapi rencana tersebut, Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) sebagai tuan rumah dan penyelenggara, memberikan tanggapan resmi. Dalam pernyataan yang dirilis Selasa 10 Februari 2026, PBSI mengaku siap mendukung format baru ini meskipun pelaksanaan turnamen yang lebih panjang tentu menimbulkan sejumlah konsekuensi.

Baca Juga:Intip Bocoran Keberuntungan! 5 Shio Diprediksi Paling Hoki di Tahun Kuda Api, Siapa Paling Cuan?Keran Golnya di Man City Tersendat, Haaland Beberkan Penyebab Utamanya: Ada Masalah Komunikasi?

Bambang Roedyanto selaku Kepala Bidang Luar Negeri PP PBSI menjelaskan bahwa durasi 11 hari memang akan berdampak pada pembengkakan biaya operasional karena venue, logistik, akomodasi dan hal-hal teknis lain membutuhkan waktu dan anggaran lebih besar. Namun, menurutnya hal tersebut adalah investasi jangka panjang untuk mempertahankan prestige Indonesia Open sebagai salah satu turnamen premier dunia yang tidak hanya diminati atlet tetapi juga penonton global.

Selain soal biaya, PBSI juga melihat berbagai keuntungan dari sisi kompetisi. Dengan format grup dan jumlah peserta tunggal yang ditingkatkan dari 32 menjadi 48 pemain, para atlet akan mendapatkan kesempatan tampil lebih banyak dan merasakan pengalaman pertandingan di level tinggi. Bambang mengatakan bahwa sistem kompetisi yang baru juga memperhatikan istirahat atlet karena jumlah lapangan yang digunakan relatif sedikit, memungkinkan waktu pemulihan lebih baik antar pertandingan.

Tak hanya aspek teknis pertandingan, PBSI juga menekankan bahwa durasi turnamen yang lebih panjang membuka peluang besar untuk pengembangan elemen sportainment. Artinya penonton yang datang ke arena maupun yang mengikuti lewat siaran televisi dan platform digital bisa menikmati pengalaman lebih kaya dengan berbagai hiburan serta aktivitas di luar jadwal utama pertandingan. Ini dinilai sebagai cara yang tepat untuk menarik minat penonton dari berbagai kalangan dan generasi.

0 Komentar