Ketersediaan RTH Di Kabupaten Cirebon Belum Ideal – Video

Ketersediaan RTH Di Kabupaten Cirebon Belum Ideal
0 Komentar

Ketersediaan Ruang Terbuka Hijau atau RTH di Kabupaten Cirebon dinilai masih belum ideal. Kondisi ini menjadi salah satu faktor yang diduga berkontribusi terhadap kejadian banjir di sejumlah wilayah dalam beberapa waktu terakhir.

Luas Ruang Terbuka Hijau atau RTH di Kabupaten Cirebon dinilai masih belum ideal. Kondisi ini menjadi salah satu faktor yang diduga berkontribusi terhadap kejadian banjir di sejumlah wilayah dalam beberapa waktu terakhir.

RTH sendiri terbagi menjadi Ruang Terbuka Hijau publik dan privat, dengan bentuk yang beragam, mulai dari taman, hutan kota, persawahan, kebun, hingga area pemakaman.

Baca Juga:Lumbung Padi Di Lahan Produktif Desa Japura Lor – VideoJalan Suci Banjarwangujan Rusak Berat – Video

Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cirebon, Fitroh Suharyono menjelaskan, perbedaan klasifikasi RTH juga ditemukan antara Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Lingkungan Hidup. Dalam kategori Kemendagri, area persawahan dan kebun masih masuk sebagai RTH.

Sementara dalam kategori Kementerian Lingkungan Hidup, RTH lebih difokuskan pada area publik yang dikelola dan dapat diakses masyarakat. Terkait data RTH, DLH Kabupaten Cirebon melaporkan setiap tahun ketersediaan Ruang Terbuka Hijau.

Total luasan RTH yang tercatat mencapai lebih dari seratus hektare, terdiri dari taman yang dikelola pemerintah daerah, area pemakaman desa, RTH perumahan, serta cadangan lahan konservasi.

Namun demikian, berdasarkan ketentuan, wilayah perkotaan idealnya memiliki minimal dua puluh persen RTH. Sedangkan RTH publik yang saat ini dikelola pemerintah daerah baru berkisar sepuluh persen.

DLH menyebut, masih terdapat lahan terbuka lain yang berfungsi sebagai RTH, namun belum masuk kategori resmi. Di antaranya lahan milik masyarakat dan lahan pemerintah daerah seperti sawah atau bekas tanah kas desa yang belum dibangun.

0 Komentar