Pengelolaan sampah berbasis Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle atau TPS 3R di Kabupaten Cirebon dinilai belum berjalan optimal. Meski jumlah TPS terus bertambah, sebagian besar fasilitas tersebut masih belum dimaksimalkan untuk pemilahan dan pengolahan sampah.
Pengelolaan sampah berbasis Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle atau TPS 3R di Kabupaten Cirebon dinilai belum berjalan optimal. Meski jumlah TPS terus bertambah, sebagian besar fasilitas tersebut masih belum dimaksimalkan untuk pemilahan dan pengolahan sampah.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cirebon menyebut, saat ini TPS 3R telah banyak dibangun, baik oleh pemerintah maupun desa. Namun dalam implementasinya, sebagian besar TPS masih berfungsi sebagai tempat penampungan sampah, belum menjalankan proses pengolahan secara menyeluruh.
Baca Juga:Lumbung Padi Di Lahan Produktif Desa Japura Lor – VideoJalan Suci Banjarwangujan Rusak Berat – Video
Menurut Sekretaris DLH Fitnah Suhwryono, sekitar tujuh puluh persen desa telah membangun TPS. Namun fakta di lapangan menunjukkan, banyak TPS belum dilengkapi aktivitas pemilahan, meski secara fisik sudah memiliki ruang atau space untuk proses tersebut.
Sebagian besar TPS 3R dibangun menggunakan anggaran desa. Keterbatasan SDM, alat, dan pola pengelolaan menjadi salah satu faktor belum optimalnya fungsi TPS. Pemerintah daerah menilai, memberikan standar pengelolaan secara langsung masih terasa berat bagi desa.
DLH menegaskan, pendekatan dilakukan secara bertahap. Minimal, ketika TPS sudah ada, desa didorong melakukan pemilahan sederhana dan mengambil sampah yang memiliki nilai ekonomi tinggi sebagai langkah awal.
Untuk sampah organik, DLH mendorong kerja sama dengan pegiat maggot, peternak, termasuk pengelolaan limbah dari program Makan Bergizi Gratis atau MBG. Sampah tersebut diharapkan tidak langsung dibuang, namun dapat dimanfaatkan di tingkat desa.
Melalui program Kampung Bersih, pemerintah daerah menegaskan bantuan akan diprioritaskan kepada desa yang sudah aktif bergerak. Bantuan disesuaikan dengan kebutuhan, mulai dari sepeda motor roda tiga hingga alat pemilah. Pemerintah daerah menekankan, bantuan tidak diberikan kepada desa yang belum menunjukkan upaya pengelolaan.
DLH Kabupaten Cirebon menargetkan, optimalisasi TPS 3R dapat dilakukan secara bertahap melalui pendampingan berkelanjutan. Harapannya, TPS yang sudah terbangun tidak hanya menjadi simbol fisik, namun benar-benar berfungsi dalam menangani masalah sampah dari hulu.