Pasar Batik Trusmi yang merupakan pasar tematik milik Pemkab Cirebon saat ini kondisinya memprihatinkan. Dari total 62 toko dan 132 kios, hanya sebagian pedagang yang aktif berjualan setiap hari.
Pasar Batik Trusmi yang berdiri sejak 2015 mengalami sepi pengunjung. Bahkan banyak pedagang yang menonaktifkan usahanya di pasar tematik milik Pemerintah Daerah Kabupaten Cirebon tersebut.
Dari total 194 unit bangunan yang terdiri dari 62 toko dan 132 kios, saat ini hanya sekitar 25 hingga 26 pedagang toko dan 15 hingga 17 pedagang kios yang aktif berjualan.
Baca Juga:Pasar Darurat Lemahabang Kulon Siap Ditempati Pedagang – VideoPolisi Amankan Remaja Yang Diduga Hendak Melakukan Tawuran – Video
Kondisi ini disebut masih jauh dari harapan untuk menghidupkan kembali pasar. Selain sepinya pengunjung, pedagang juga mengeluhkan beberapa fasilitas seperti atap yang bocor di sejumlah titik.
Dhony Suprayogi, Kepala Pasar Batik Trusmi yang baru menjabat sejak Senin, 9 Februari 2026 lalu menegaskan, seluruh keluhan telah ditampung dan akan disampaikan kepada dinas terkait untuk ditindaklanjuti. Hal ini beriringan dengan adanya retribusi sebesar 4 ribu 5 ratus hingga 6 ribu 5 ratus.
Dhony berharap ke depan lebih banyak pedagang yang kembali membuka toko dan jumlah pengunjung meningkat, serta dukungan pemerintah dan peningkatan promosi agar mendorong pasar kembali ramai. Sehingga Pasar Batik Trusmi dapat kembali menjadi pusat ekonomi dan destinasi belanja batik di Kabupaten Cirebon.