Isu pelestarian Situs Sang Raja di Cigasong kembali menjadi fokus Pemerintah Kabupaten Majalengka. Renovasi dan perawatan dilakukan untuk memastikan situs bersejarah ini tetap terjaga, sekaligus mendukung edukasi dan perekonomian masyarakat sekitar. Pemerintah Kabupaten Majalengka kembali mengangkat isu pelestarian Situs Sang Raja di Cigasong sebagai warisan sejarah daerah. Komitmen ini ditegaskan sebagai upaya merenovasi dan merawat situs yang memiliki nilai sejarah, edukasi dan ekonomi bagi masyarakat. Sejak puluhan tahun lalu, pemerintah daerah sebenarnya telah menunjukkan komitmen untuk menjaga keberadaan situs tersebut sebagai bagian penting dari identitas Majalengka. Tercatat, Bupati ke-7 Raden Mahdali pernah melakukan perawatan dan kini bupati ke-26 melanjutkan tanggung jawab untuk menjaga serta mengembangkan aset bersejarah itu. Situs Sang Raja dinilai bukan hanya sebagai simbol sejarah pemerintahan daerah, tetapi juga sebagai ruang edukasi dan rekreasi keluarga. Penataan kawasan diharapkan mampu mendorong peningkatan ekonomi masyarakat sekitar melalui pengembangan berbasis sejarah dan budaya. Sementara, momentum menjelang Ramadan turut menjadi bagian dari refleksi dalam merawat warisan ini sebagai bentuk tanggung jawab moral dan spiritual. Pemerintah berharap pelestarian Situs Sang Raja dapat membangkitkan semangat kebersamaan serta memperkuat identitas dan kebanggaan masyarakat Majalengka.