Keharmonisan antarumat beragama di Desa Juntikebon, Kecamatan Juntinyuat, menjadi contoh nyata toleransi yang terjaga. Meski tempat ibadah masjid dan gereja berdiri berdampingan, masyarakat hidup rukun tanpa pernah terjadi perselisihan. Beginilah bentuk nyata toleransi antarumat beragama di Desa Juntikebon, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu. Tempat ibadah masjid dan gereja yang berdiri berdampingan tidak menjadi pemicu perbedaan, justru memperkuat nilai toleransi di tengah masyarakat. Sekretaris Desa Juntikebon, Eka Nur Komala, menyampaikan bahwa selama ini hubungan antara umat Islam dan Kristiani berjalan dengan baik tanpa konflik. Warga saling menghargai dan menjaga silaturahmi. Saat momen hari besar keagamaan seperti Natal maupun Idulfitri masyarakat saling membantu. Umat muslim turut membantu pengamanan dan pengaturan parkir saat perayaan Natal. Sebaliknya, ketika hari raya Idulfitri, area gereja kerap dimanfaatkan untuk membantu kebutuhan parkir jamaah. Tak hanya itu, warga lintas agama saling bergotong royong membersihkan lingkungan sekitar masjid, gereja, hingga jalan desa. Keberadaan rumah ibadah yang sudah berdiri sejak puluhan tahun lalu ini menjadi simbol kebersamaan umat beragama. Pemerintah desa berharap nilai toleransi dan silaturahmi antarumat beragama terus dijaga agar keharmonisan tetap terpelihara di masa mendatang.