Pendapatan Asli Daerah atau PAD Kabupaten Cirebon dinilai masih belum optimal, khususnya dari sektor pajak dan retribusi. Komisi II DPRD Kabupaten Cirebon pun menyoroti perlunya penguatan pengelolaan agar potensi pendapatan daerah tidak terbuang sia-sia.Pendapatan Asli Daerah atau PAD Kabupaten Cirebon dinilai masih belum optimal, khususnya dari sektor pajak dan retribusi. Komisi II DPRD Kabupaten Cirebon pun menyoroti perlunya penguatan pengelolaan agar potensi pendapatan daerah tidak terbuang sia-sia.Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Cirebon, Cakra Suseno, menyampaikan bahwa sektor pajak daerah masih memiliki ruang besar untuk ditingkatkan. Salah satu yang menjadi perhatian adalah pajak parkir.Ia menjelaskan, pajak parkir merupakan pungutan dari pengelola atau wajib pajak yang secara mandiri menyediakan dan mengelola lahan parkir. Sementara itu, retribusi parkir berbeda, yakni pungutan yang diberlakukan pada lahan parkir di bahu jalan atau fasilitas umum yang dikelola pemerintah daerah.Menurutnya, dua sektor ini seharusnya bisa menjadi penyumbang signifikan bagi PAD Kabupaten Cirebon jika dikelola secara maksimal dan diawasi secara ketat. Namun hingga saat ini, kontribusinya dinilai masih belum sesuai dengan potensi riil di lapangan.Komisi II DPRD Kabupaten Cirebon berharap pemerintah daerah dapat mengoptimalisasi pendapatan dari sektor pajak yang dikelola oleh Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah atau Bappenda Kabupaten Cirebon, serta retribusi parkir yang dikelola oleh Dinas Perhubungan Kabupaten Cirebon, sehingga mampu meningkatkan kemandirian fiskal daerah.