RADARCIREBON.TV – Puasa Ramadhan kerap menjadi kekhawatiran tersendiri bagi penderita maag. Kondisi lambung yang sensitif sering dikaitkan dengan risiko nyeri, perih, hingga naiknya asam lambung saat perut kosong terlalu lama. Namun, dengan pengaturan pola makan dan kebiasaan yang tepat, penderita maag tetap dapat menjalankan ibadah puasa dengan aman dan nyaman.
Kunci utama bagi penderita maag adalah disiplin menjaga waktu makan dan memilih asupan yang ramah lambung, terutama saat sahur dan berbuka.
Strategi Sahur dan Berbuka yang Tepat
Sahur sebaiknya tidak dilewatkan karena perut yang kosong terlalu lama dapat memicu peningkatan produksi asam lambung di siang hari. Disarankan untuk makan sahur mendekati waktu imsak agar jarak antara sahur dan berbuka tidak terlalu panjang.
Baca Juga:Tren Warna Baju Lebaran 2026: Dominasi Earth Tone hingga Aksen Berani yang EleganDeretan Gelar dan Sejarah Timnas Futsal Indonesia di Era Hector Souto
Saat berbuka puasa, hindari langsung mengonsumsi makanan berat dalam porsi besar. Awali dengan air putih atau makanan ringan, lalu lanjutkan makan utama secara bertahap. Makan perlahan dan mengunyah dengan baik akan membantu meringankan kerja lambung dan mencegah iritasi.
Pilihan Menu yang Lebih Aman untuk Lambung
Menu sahur dan berbuka idealnya terdiri dari karbohidrat kompleks seperti nasi, oatmeal, atau gandum. Jenis makanan ini mampu menyerap kelebihan asam lambung dan memberikan rasa kenyang lebih lama.
Untuk sumber protein, pilih makanan rendah lemak seperti ikan, dada ayam, atau daging tanpa lemak yang dimasak dengan cara direbus, dikukus, atau dipanggang. Buah dengan tingkat keasaman rendah seperti pisang, apel, pir, dan melon juga dianjurkan karena lebih bersahabat dengan lambung. Sayuran hijau seperti bayam, kacang panjang, dan labu siam dapat menjadi pelengkap menu yang aman.
Makanan dan Minuman yang Perlu Dihindari
Penderita maag disarankan menjauhi makanan pedas, asam, serta makanan berminyak yang dapat memicu iritasi lambung. Minuman berkafein seperti kopi dan teh pekat, serta minuman bersoda, juga sebaiknya dibatasi. Selain itu, beberapa jenis makanan yang menghasilkan gas berlebih seperti kol dan nangka bisa memperparah rasa tidak nyaman.
Kebiasaan Penting Selama Puasa
Setelah makan sahur atau berbuka, hindari langsung berbaring. Beri jeda sekitar 2–3 jam sebelum tidur untuk mencegah refluks asam lambung. Bagi yang mengonsumsi obat penekan asam lambung, jadwal minum obat sebaiknya mengikuti anjuran dokter, umumnya diminum saat sahur atau sebelum tidur.
