RADARCIREBON.TV- Harga emas batangan produksi Antam kembali menjadi sorotan investor maupun masyarakat luas hari ini karena terjadi penurunan harga signifikan setelah tren kenaikan beberapa pekan terakhir.
Berdasarkan data terbaru yang dipublikasikan oleh berbagai sumber, harga emas Antam pada Jumat, 13 Februari 2026 tercatat turun menjadi sekitar Rp2,900,000 per gram untuk emas batangan. Sementara harga jual kembali (buyback) berada di kisaran Rp2,690,000 per gram pada periode yang sama.
Penurunan ini memicu banyak pertanyaan dari investor dan masyarakat umum: apakah ini merupakan koreksi sementara, pertanda tren turun yang lebih panjang, atau justru peluang beli sebelum harga kembali melonjak?
Baca Juga:Honda PCX 160 2026 Meluncur dengan Penyegaran Fitur dan Teknologi: Skutik Premium Makin Canggih dan IritXiaomi Pad 8 Siap Mengguncang Pasar Tablet: Layar Lebih Tajam, Performa Kencang, dan Ekosistem Makin Solid
Penurunan Harga Emas Antam Terjadi – Faktanya
Harga emas Antam yang dipantau pada 13 Februari 2026 mengalami koreksi harian sekitar Rp43.000 atau turun 1,46 persen dibandingkan hari sebelumnya, sehingga posisi harga emas batangan 24 karat ini turun ke level sekitar Rp2,9 juta per gram. Sementara harga buyback turun ke sekitar Rp2,69 juta per gram.
Penurunan ini terjadi setelah beberapa hari emas Antam sempat menunjukkan penguatan. Dalam beberapa minggu terakhir, harga emas sempat naik mengikuti pergerakan emas dunia dan sentimen investor global. Namun tekanan pasar dan dinamika ekonomi internasional menyebabkan harga emas mengoreksi ke bawah.
Apa yang Mempengaruhi Harga Emas Saat Ini?
Untuk memahami pergerakan harga emas Antam, kita perlu memperhatikan setidaknya tiga faktor utama:
1. Harga Emas Dunia
Harga emas di pasar global sering menjadi acuan utama bagi harga lokal emas batangan Antam. Ketika harga emas dunia naik karena permintaan safe haven meningkat, harga Antam juga ikut terdorong. Sebaliknya, ketika pasar global menunjukkan tren risk-on, investor lebih memilih aset berisiko seperti saham, harga emas bisa terkoreksi. Faktor geopolitik, kebijakan bank sentral, dan data ekonomi dunia sangat berpengaruh.
2. Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS
Harga emas biasanya berbanding terbalik dengan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Ketika dolar menguat terhadap rupiah, harga emas dalam rupiah biasanya naik karena biaya impor logam mulia menjadi lebih tinggi. Sebaliknya, pelemahan dolar bisa mendorong harga emas turun.
