Seorang penjahit yang sudah menekuni pekerjaannya selama bertahun-tahun mengaku mengalami penurunan pendapatan cukup drastis setelah lapaknya dibongkar. Selama dua bulan terakhir, ia terpaksa berjualan di lokasi baru dengan omset yang jauh dari sebelumnya. Pasca pembongkaran lapak di Sungai Sukalila, Ujang, seorang penjahit yang sudah berumur lebih dari setengah abad dan telah menekuni profesinya selama enam tahun di lapak lama, mengaku harus memulai kembali usahanya dari nol. Setelah lapaknya dibongkar, ia sempat berhenti berjualan selama sekitar setengah bulan sebelum akhirnya membuka usaha kembali lokasi baru di area bawah Pasar Pagi sejak dua bulan terakhir, dengan biaya sewa mencapai 5 juta rupiah pertahun. Di tempat sebelumnya, Ujang mengaku mampu meraih pendapatan hingga Rp300 ribu per hari. Namun, setelah pindah, omsetnya merosot tajam. Dalam sehari, ia hanya mampu membawa pulang sekitar Rp75 ribu. Menurutnya, lokasi lama jauh lebih ramai dibanding tempatnya saat ini. Meski di lokasi atas tersedia tempat relokasi gratis tanpa biaya, ia memilih bertahan di bawah karena mempertimbangkan usia yang sudah cukup tua sehingga tidak sanggup untuk menaiki tangga ke atas lapak berjualan. Ia berharap ke depan kondisi usahanya bisa kembali stabil dan pelanggan lama dapat kembali berbelanja, sehingga penghasilannya dapat meningkat seperti sebelumnya.