Hansi Flick Akui Barcelona Bermain Buruk Saat Lawan Girona

Hansi Flick
Hansi Flick Foto : Hansifans
0 Komentar

RADARCIREBON.TV – Barcelona kembali memperlihatkan sisi paling rapuhnya. Di Estadio Montilivi, markas Girona, tim sebesar Blaugrana justru tampil seperti skuad yang kehilangan arah. Kekalahan 1-2, Selasa dini hari WIB, bukan hanya soal angka di papan skor melainkan potret kegagalan yang makin sulit disembunyikan.

Pelatih Hans-Dieter “Hansi” Flick tak mencari kambing hitam. Ia berbicara lugas, bahkan terdengar getir. Menurutnya, pertahanan Barcelona hancur terutama ketika menghadapi situasi transisi. Posisi pemain kerap salah, jarak antarlini renggang, dan Girona dengan mudah menemukan celah.

Barcelona sebenarnya sempat memimpin lewat tandukan Pau Cubarsí pada menit ke-59. Gol itu seolah memberi isyarat bahwa mereka telah belajar dari luka kekalahan sebelumnya. Namun euforia itu tak bertahan lama. Hanya dua menit berselang, Thomas Lemar menyamakan kedudukan. Girona mencium kelemahan, dan Barcelona tak mampu menutupnya.

Baca Juga:Update Klasemen Liga Spanyol Pasca Barcelona Takluk Dari Girona 2-1, Madrid Full SenyumBaca Doa Ini, Doa Yang Menembus Langit Saat Ramadhan

Statistik pertandingan terasa seperti ironi yang pahit. Penguasaan bola mencapai lebih dari 70 persen. Total 27 percobaan dilepaskan. Namun hanya empat yang benar-benar mengancam gawang. Sebaliknya, Girona tampil efektif, sembilan tembakan tepat sasaran dari sembilan percobaan. Dua di antaranya bersarang di gawang Joan García. Efisien, tajam, tanpa banyak basa-basi.

Gol penentu dari Fran Beltrán pada menit ke-86 menjadi simbol betapa rapuhnya struktur permainan Barcelona. Sebelum gol itu tercipta, sempat ada momen kontroversial ketika Jules Koundé terlihat terinjak. VAR tetap mengesahkan gol. Flick menolak menjadikan keputusan wasit sebagai alasan. “Kami bermain buruk. Kami harus bermain lebih baik,” katanya singkat. Sebuah pengakuan yang terasa lebih menyakitkan daripada protes.

Kekalahan ini datang hanya beberapa hari setelah Barcelona dihajar Atletico Madrid 0-4 di ajang Copa del Rey. Yang seharusnya menjadi titik kebangkitan justru berubah menjadi babak baru kemunduran. Flick mengakui timnya sedang berada dalam periode sulit, baik secara teknis maupun mental.

Lebih menyakitkan lagi, hasil ini menggagalkan ambisi merebut puncak klasemen dari Real Madrid. Dengan 58 poin dari 24 laga, Barcelona kini tertahan di posisi kedua, terpaut dua angka dari rival abadinya. Sementara Girona, yang sempat limbung dalam tiga pertandingan terakhir, justru menemukan kembali jalur kemenangan.

0 Komentar