RADARCIREBON.TV – Fenomena astronomi yang jarang terjadi akan menyambut awal bulan suci Ramadan 1447 Hijriah pada tahun 2026 dengan cara yang spektakuler. Pada tanggal 27–28 Februari 2026, langit malam akan menampilkan sebuah peristiwa langit yang dikenal sebagai parade planet, yakni ketika beberapa planet di tata surya tampak sejajar dari perspektif Bumi. Para astronom internasional menilai momen ini sangat istimewa karena melibatkan tujuh planet bersamaan, sesuatu yang tak sering terlihat dalam satu dekade terakhir.
Pada 27 Februari 2026, tujuh planet utama dalam tata surya Merkurius, Venus, Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus diprediksi akan tampak dalam formasi yang cukup rapat di langit barat setelah matahari terbenam. Hari berikutnya, 28 Februari, kondisi planet yang terlihat sedikit berubah: enam planet masih tampak sejajar, namun Mars tidak lagi berada dalam posisi serapat sehari sebelumnya.
Banyak ilmuwan astronom, termasuk ahli dari Royal Observatory Greenwich, menjelaskan bahwa peluang untuk melihat tujuh planet tampak dekat sekaligus dari Bumi sangat jarang. Faktor orbit yang harus selaras tepat dari sisi pandang kita membuat peristiwa seperti ini tidak banyak terjadi dalam satu dekade. Oleh karena itu, fenomena ini dianggap sebagai salah satu kesempatan langka untuk mengamati dinamika tata surya tanpa meninggalkan planet kita.
Baca Juga:Fenomena Burnout Gen-Z akibat Tekanan Kerja dan Minimnya Work Life BalanceUpdate Harga Emas Antam, UBS, dan Galeri24 Hari Ini, Senin 16 Februari 2026, Cek Selisih Terbarunya
Walaupun seluruh tujuh planet akan berada dalam garis lengkung yang bisa dilihat secara visual, tidak semuanya mudah diamati hanya dengan mata telanjang. Venus, Mars, dan Jupiter merupakan planet yang cukup terang dan dapat dilihat tanpa alat bantu jika langit cukup cerah dan minim polusi cahaya. Sedangkan Uranus dan Neptunus, karena jaraknya yang sangat jauh dan cahaya yang redup, biasanya memerlukan bantuan seperti teleskop atau teropong untuk dapat terlihat dengan lebih jelas. Posisi Merkurius juga menjadi tantangan karena berada sangat rendah di dekat cakrawala barat, sehingga kadang tertutup oleh siluet bangunan atau vegetasi tinggi.
Waktu terbaik untuk mengamati parade planet ini adalah sekitar 30 menit setelah matahari terbenam, menghadap arah barat bawah. Pilihlah lokasi yang bebas dari hambatan seperti pepohonan tinggi atau gedung pencakar langit agar pandangan ke langit menjadi lebih leluasa. Dan meskipun fenomena puncaknya terjadi pada 27–28 Februari, proyeksi posisi planet-planet ini akan tetap menarik diamati beberapa malam sebelum ataupun sesudah tanggal tersebut.
