Update Klasemen Liga Spanyol Pasca Barcelona Takluk Dari Girona 2-1, Madrid Full Senyum

Girona
Pemain Girona merayakan kemenangan atas Barcelona Foto : gironafc
0 Komentar

RADARCIREBON.TV – Di atas rumput Estadio Montilivi, Selasa (17/2/26), tak ada yang menyangka raksasa itu akan tersungkur. Barcelona datang dengan misi besar: merebut puncak klasemen dan menekan Real Madrid. Namun yang terjadi justru sebaliknya mereka pulang tanpa mahkota.

Girona, tim peringkat 12 yang tak banyak diperhitungkan, memainkan peran antagonis dengan sempurna. Skor 2-1 menjadi bukti bahwa nama besar tak selalu menjamin kuasa.

Barcelona sempat merasa semuanya terkendali. Menit ke-59, Jules Kounde mengirim umpan silang presisi, dan Pau Cubarsí menyentuh bola dengan tandukan tipis yang menggetarkan gawang. Gol itu terasa seperti sinyal kebangkitan. Seolah raksasa mulai mengaum.

Baca Juga:Hasil Lengkap Liga Spanyol Pekan ke-24: Rayo Kalahkan Atletico, Girona Tumbangkan BarcelonaBarcelona Tersandung di Markas Girona, Gagal Singkirkan Real Madrid dari Puncak Klasemen La Liga Spanyol

Tapi Montilivi bukan tempat yang ramah bagi kesombongan. Tak butuh waktu lama bagi Girona untuk membalas. Artem Vanat menusuk dari kiri, bola sempat liar, dan Thomas Lemar menyambar peluang kedua. Skor berubah 1-1. Stadion bergemuruh. Tuan rumah tak sekadar melawan mereka menyerang balik harga diri.

Ketika laga tampak akan berakhir imbang, Fran Beltrán menghantam harapan Barcelona pada menit ke-86. Umpan Joel Roca dituntaskan tanpa ampun. Joan García kembali memungut bola dari gawangnya. Di titik itu, aura balas dendam terasa nyata. Dan drama belum selesai. Di masa injury time, Barcelona mendapat hadiah penalti. Sebuah kesempatan terakhir untuk menyelamatkan wajah. Lamine Yamal melangkah maju. Seluruh harapan bertumpu pada kaki mudanya. Sayangnya eksekusi Yamal gagal.

Sepakannya tak mengubah papan skor. Dan di situlah kisah raja kehilangan mahkota menjadi sempurna.

Kekalahan ini bukan sekadar angka. Ini simbol. Barcelona gagal mengkudeta Real Madrid. Alih-alih mendekat ke puncak, mereka justru terpeleset di kandang tim papan tengah.

Girona, yang sering dianggap penggembira liga, justru tampil sebagai algojo. Montilivi menjadi saksi bahwa raksasa bisa goyah, dan bahwa raja tanpa konsistensi hanyalah bayangan masa lalu.

Sementara di ibu kota, Real Madrid mungkin sedang tersenyum penuh kemenangan. Tanpa harus turun tangan, pesaing mereka melihat Barcelona runtuh oleh tangan yang tak disangka.

Di Montilivi, malam itu, bukan hanya pertandingan yang dimenangkan Girona tetapi harga diri yang ditegakkan.

0 Komentar