Ekspresi puas terpancar jelas dari wajah Pep Guardiola, Kini Tekanan Pindah ke Arsenal

Man City
Foto: Man City
0 Komentar

RADARCIREBON.TV – Ekspresi kebahagiaan jelas terlihat di wajah Pep Guardiola ketika peluit akhir berbunyi di Etihad Stadium, pada Minggu dini hari WIB (22-2-2026). Ia menggenggam tangannya ke arah semua sisi stadion, lalu memberikan pesan santai kepada para pemainnya: “nikmati hidup, meskipun itu berarti menikmati caipirinha dan daiquiri.” Perayaan ini mencerminkan betapa berartinya kemenangan 2-1 Manchester City atas Newcastle United.

Di tengah malam yang penuh tekanan, Man City berhasil meraih tiga poin dan menyampaikan pesan tegas kepada rival utama dalam persaingan gelar: “sekarang giliran Anda, Arsenal. ” Guardiola juga memberikan hadiah tiga hari libur kepada timnya. “Nikmati hidup,” ujarnya, sembari menyebut minuman koktail sebagai tanda relaksasi. Kemenangan ini membuat Man City kini hanya terpaut dua poin dari Arsenal. The Gunners sebelumnya menunjukkan tanda-tanda kelemahan setelah menyia-nyiakan keunggulan dua gol dan bermain imbang melawan Wolverhampton Wanderers di pertengahan pekan.

Suasana di Etihad terasa berbeda. Guardiola mengatakan bahwa hubungan tim dengan suporter adalah yang terbaik musim ini. “Ikatan yang kami miliki dengan penggemar adalah yang terbaik di musim ini. Kami memiliki suasana yang positif dan kami membutuhkan energi itu hingga akhir musim,” jelas Guardiola. “Ini bukan pertandingan yang sempurna, tetapi kami adalah tim dan itulah yang harus kami lakukan di fase seperti ini,” tambahnya.

Baca Juga:Nonton Gratis Live Streaming Jadwal Bulu Tangkis BWF pada Febuari 2026Update Klasemen dan Struktur Turnamen Bulu Tangkis BWF 2025/2026

Dalam hal komposisi pemain, Man City mungkin tidak lagi sama seperti tim yang dulu tanpa henti mematahkan harapan Liverpool dan Arsenal dalam perebutan gelar. Namun, satu hal yang tetap adalah kehadiran Guardiola sebagai manajer yang sukses yang tahu cara menghadapi tekanan hingga akhir. Ia menyebut sekitar 70 persen dari skuadnya belum pernah berada dalam situasi perburuan gelar seperti ini. Meskipun begitu, masih ada pemain berpengalaman seperti Ruben Dias dan Rodri, serta dirinya sendiri.

Di bawah mistar gawang, Gianluigi Donnarumma tampil mengesankan. Kiper asal Italia yang musim lalu meraih trofi Liga Champions bersama Paris Saint-Germain itu memang tidak selalu sempurna, terutama dalam menghadapi bola-bola silang. Namun, ia memiliki kebiasaan berharga: melakukan penyelamatan penting pada momen-momen krusial. Ia pernah melakukan ini ketika menepis peluang Alexis Mac Allister di Anfield, sebuah momen yang mungkin akan diingat sebagai titik balik musim Man City, dan ia melakukannya lagi malam ini.

0 Komentar