PSG sendiri saat ini tengah berjuang di papan atas Ligue 1 dan memanfaatkan kemenangan besar 3-0 melawan Metz untuk kembali ke puncak klasemen. Hasil ini turut memberikan kesempatan kepada pemain muda seperti Dro untuk unjuk kemampuan dan mendapatkan menit bermain.
“Saya datang ke sini untuk bermain, mendapatkan menit bermain, dan menemukan ritme saya,” kata Dro seusai pertandingan. Ia mengaku semakin nyaman dan berkembang secara perlahan dalam skema permainan PSG yang dia latih bersama rekan-rekannya setiap hari.
Pelatih Luis Enrique juga memberikan dukungan kepada Dro, menyatakan bahwa pemain muda tersebut menunjukkan kualitas dan kesiapan untuk bermain di level tinggi, meski masih dalam tahap berkembang. Enrique menilai bahwa talenta seperti Dro bisa menjadi aset penting di masa depan PSG, apalagi jika berhasil menyesuaikan diri dengan tuntutan fisik dan tempo di Ligue 1.
Baca Juga:All England 2026: Fajar Alfian dan Tim Indonesia Berangkat Lebih Awal untuk AklimatisasiEliano Reijnders Bidik Trofi Juara BRI Super League Bersama Persib Bandung
Adaptasi ini tentu tidak hanya soal kualitas teknis, tetapi juga mental. Ligue 1 sering disebut sebagai salah satu liga yang kuat secara fisik, dengan pemain-pemain yang agresif dalam duel dan memiliki daya tahan yang tinggi. Hal ini menjadi pengalaman baru bagi Dro, yang awalnya membayangkan sesuatu yang berbeda berdasarkan pengalamannya sebelumnya di Spanyol.
Pengakuan Dro soal kekuatan liga Prancis ini memberikan perspektif menarik tentang bagaimana persepsi pemain muda bisa berubah setelah bermain di liga yang berbeda. Bagi Dro sendiri, perubahan ini bukan sekadar tantangan, tetapi juga peluang untuk terus berkembang dan membuktikan kualitasnya di level tertinggi sepak bola Eropa bersama PSG.
