RADARCIREBON.TV – Sidang pertama yang melibatkan tujuh pesepakbola Malaysia dimulai secara resmi pada 23 Februari di Pengadilan Arbitrasi Olahraga (CAS) yang berlokasi di Lausanne, Swiss. Kegiatan ini menjadi langkah penting bagi Federasi Sepak Bola Malaysia dalam upaya untuk mengurangi hukuman yang telah diterima oleh para pemain tersebut.
Langkah ini mencerminkan bahwa FAM mengambil pendekatan yang lebih praktis dan strategis. Mereka tidak memilih untuk meninjau kembali rincian pelanggaran, melainkan berusaha agar para pemain dapat segera kembali berpartisipasi dalam tim nasional.
Menarik untuk dicatat, putusan dari CAS mungkin bisa diumumkan segera setelah sidang selesai, tanpa perlu menunggu lama. Berdasarkan estimasi waktu, keputusan bisa dirilis secepatnya pada hari Jumat, 27 Februari pukul 5 pagi.
Baca Juga:Nonton Gratis Live Streaming Everton vs Manchester United Selasa, 24 Feb 2026 Esklusif tayang di VidioHead to Head Everton vs Manchester United Selasa, 24 Febuari 2026 di Premier League 2025/2026
Jika panel arbitrase menyetujui permohonan untuk pengurangan sanksi, maka tujuh pemain itu memiliki kesempatan untuk kembali bermain lebih cepat dan memperkuat Harimau Malaya dalam kompetisi yang akan datang.
Penentuan Nasib Timnas MalaysiaHasil dari sidang ini akan sangat mempengaruhi persiapan tim nasional. Ketidakhadiran tujuh pemain akibat hukuman 12 bulan sebelumnya jelas berdampak pada kedalaman tim dan pilihan taktis pelatih.
Apabila hukuman tetap dalam kondisi yang sama, Malaysia harus merancang strategi tanpa keberadaan mereka hingga masa skorsing berakhir. Namun, jika banding sepenuhnya atau sebagian diterima, hal itu bisa memberikan dorongan semangat dan tambahan kekuatan yang berarti bagi tim.
Banding yang diajukan oleh Football Association of Malaysia (FAM) memiliki fokus yang cukup jelas. FAM tidak mengklaim ketidakbersalahan atau membantah pelanggaran yang telah diungkapkan dan diselidiki oleh FIFA. Sebaliknya, federasi hanya meminta agar masa hukuman dikurangi.
Pada bulan September tahun lalu, FIFA menjatuhkan hukuman larangan bermain selama 12 bulan kepada tujuh pemain itu terkait masalah kelayakan dan dokumentasi yang menimbulkan kontroversi di seputar tim nasional Malaysia. Keputusan ini berdampak signifikan terhadap stabilitas skuad, terutama menjelang kompetisi internasional yang penting.
