Antonic pun mempertanyakan bagaimana beberapa keputusan penting itu dibuat dan menyatakan bahwa hal-hal tersebut memberi pengaruh besar terhadap performa timnya di lapangan. Ia menilai keputusan wasit yang memicu penalti dan kartu merah terlalu cepat membuat ritme permainan Semen Padang hancur sejak awal.
Walau menyentil keputusan pengadil lapangan, Antonic tetap memberikan penghormatan atas kemenangan Bhayangkara dan menekankan bahwa kekalahan ini akan menjadi bahan evaluasi timnya menjelang laga berikutnya.
Kalah 0-4 membuat Semen Padang semakin terpuruk di klasemen sementara, berada di posisi bawah dengan poin yang minim, sementara Bhayangkara FC berhasil memperbaiki posisi mereka dan merangkak naik ke jajaran atas klasemen Super League setelah kemenangan besar tersebut.
Baca Juga:Persib vs Madura United: Analisis Statistik, Form Terbaru & Prediksi Skor BRI Super League 2025/26Bodo/Glimt Kalahkan Inter Milan, Kejutan Terbesar Liga Champions Musim Ini
Hasil ini mencerminkan dua sisi berbeda: performa solid Bhayangkara yang mampu memaksimalkan peluang dan statistik pertandingan, serta frustrasi dari Semen Padang yang harus menghadapi keputusan wasit yang dinilai kontroversial. Skor besar ini jelas akan menjadi salah satu hasil yang dibahas panjang di kompetisi musim ini, terutama terkait dinamika pertandingan serta interpretasi juri teknis sepak bola.
