Bagi Inter Milan, hasil ini tentu menjadi pukulan berat. Klub Serie A tersebut dikenal sebagai salah satu klub paling konsisten di Eropa, namun di laga penentuan ini mereka gagal menunjukkan performa terbaiknya. Pelatih dan pemain kemungkinan besar akan mengevaluasi penampilan mereka secara menyeluruh, termasuk efektivitas serangan dan ketajaman di depan gawang, mengingat momen penting yang hilang di pertandingan ini.
Reaksi komunitas sepak bola internasional terhadap hasil ini pun luar biasa. Banyak pengamat dan komentator menyebut bahwa Bodø/Glimt telah menulis salah satu babak paling inspiratif di musim ini. Penggemar dari berbagai penjuru dunia memuji semangat tim yang tidak takut menghadapi tim besar, menunjukkan bahwa sepak bola Eropa masih memiliki ruang bagi kejutan besar seperti ini di kompetisi elitnya.
Kejutan besar ini juga memberi dampak pada dinamika persaingan di babak selanjutnya Liga Champions. Dengan tersingkirnya Inter Milan, peluang bagi klub lain untuk meraih gelar semakin terbuka lebar, dan jalur kompetisi mengalami perubahan tak terduga yang membuat babak itu semakin menarik untuk diikuti.
Baca Juga:Daftar Klasemen Liga 1 Indonesia 2026: Persib Unggul Tipis dari Borneo dan PersijaPablo Ganet Ungkap Kekecewaan Usai Persita Takluk dari Persib di BRI Super League
Secara keseluruhan, kemenangan Bodø/Glimt atas Inter Milan menjadi salah satu kejutan terbesar di Liga Champions 2025/26, mengingat perbedaan reputasi dan pengalaman kedua klub. Prestasi ini tidak hanya mencetak sejarah untuk klub Norwegia, tetapi juga menjadi bukti bahwa dalam kompetisi elit seperti Liga Champions, hasil tidak selalu ditentukan oleh nama besar — tetapi oleh performa di lapangan.
