Saat ditanya alasan meninggalkan PDI Perjuangan, Nina tidak menjawab secara rinci. “Semua adalah yang terbaik. Saya pernah bergabung, itu memberikan saya kebaikan. Saat ini mungkin saya bergabung dengan bapak di PSI. Insya Allah untuk Jawa Barat,” ucapnya diplomatis.
Jawaban itu menyisakan banyak tafsir. Apakah ini sekadar langkah politik biasa? Ataukah bagian dari skenario besar konsolidasi kekuatan baru pasca-Pemilu dan Pilkada? Yang jelas, manuver ini membuat banyak pihak terperangah. Dari kader partai lama hingga pengamat politik daerah, semuanya bertanya-tanya: mengapa sekarang?
Satu hal yang pasti, kemunculan Nina di Solo bukan peristiwa biasa. Ia seperti adegan yang tak terduga dalam drama politik Jawa Barat. Mendadak, cepat, dan terasa seperti mimpi. Dan ketika politik sudah bergerak senyap seperti ini, biasanya bab berikutnya akan lebih mengejutkan lagi.
