RADARCIREBON.TV – Joeri Heerkens, kiper muda yang tengah berada dalam skuad Ajax Amsterdam, secara terbuka mengungkapkan kekecewaan dan kesedihannya setelah gagal merebut posisi sebagai penjaga gawang utama klub Belanda tersebut musim ini. Heerkens — yang sebelumnya memiliki kesempatan untuk bersaing dengan sesama kiper Maarten Paes — menyatakan bahwa pengalaman jatuh-bangun ini merupakan bagian dari perjalanan karier profesional, tetapi tetap membawa emosi berat baginya pribadi.
Heerkens — yang menghabiskan waktu bersama Ajax dalam beberapa musim terakhir — sempat berharap bisa menjadi pilihan pertama di bawah mistar pertandingan Eredivisie dan kompetisi Eropa. Namun, keputusan pelatih serta performa impresif Maarten Paes membuatnya harus menerima kenyataan bahwa kesempatan untuk menjadi #1 di antara tiang gawang masih sulit diraih. Paes sendiri konsisten mempertahankan start sebagai kiper utama dan menunjukkan stabilitas dalam setiap pertandingan, sehingga membuat manajemen klub lebih nyaman menempatkannya sebagai pilihan utama.
Dalam sebuah wawancara usai latihan tim, Heerkens mengakui bahwa “ada rasa sedih dan frustasi” ketika dirinya mengetahui bahwa dia tidak terpilih sebagai starter utama. Ia menjelaskan bahwa setiap pemain tentu memiliki ambisi untuk tampil sebanyak mungkin, terutama di klub besar seperti Ajax yang memiliki sejarah panjang dan ekspektasi tinggi dari suporter. Namun, Heerkens juga menegaskan bahwa ia tetap menghormati keputusan pelatih dan akan terus bekerja keras agar siap saat kesempatan berikutnya datang.
Baca Juga:Bhayangkara FC Hajar Semen Padang 4-0, Pelatih Antonic Sebut Laga “Cukup Lucu”Persib vs Madura United: Analisis Statistik, Form Terbaru & Prediksi Skor BRI Super League 2025/26
Kiper 23 tahun ini menambahkan bahwa persaingan di posisi penjaga gawang adalah tantangan mental yang besar. Mereka yang berada di posisi kiper biasanya hanya ada satu tempat starter, sehingga setiap menit bermain sangat berharga bagi perkembangan karier. Dia menilai bahwa “kompetisi internal seperti ini membuatnya lebih kuat”, meski harus melewati periode mengecewakan di mana ia tidak menjadi pilihan utama.
Ajax sendiri memiliki tradisi kuat dalam mengembangkan talenta muda, dan rivalitas di antara penjaga gawang bukan hal baru dalam struktur klub. Dalam konteks ini, pelatih tim memberikan kepercayaan lebih pada Maarten Paes musim ini setelah menilai performanya lebih stabil dalam duel, refleks penyelamatan, serta kemampuannya mengorganisir lini pertahanan. Paes juga dipandang sebagai pemain yang mampu menghadapi tekanan besar di liga domestik dan kompetisi Eropa, serta memberikan pengalaman yang dibutuhkan di pertandingan-pertandingan krusial.
