×
RCTV live Streaming

Masjid Kramat Pasalakan, Jejak Dakwah Abad Ke-14 Di Cirebon – Video

Masjid Kramat Pasalakan, Jejak Dakwah Abad Ke-14 Di Cirebon
0 Komentar

Sebuah masjid tua di Kelurahan Pasalakan, Kabupaten Cirebon, menyimpan jejak penyebaran Islam sejak abad ke-14. Di kompleks ini pula terdapat makam Syekh Syarif Abdurrohman Al-Usmani, ulama yang diyakini sebagai pendiri masjid dan tokoh dakwah di wilayah pesisir Cirebon. ‎ ‎

Sebuah masjid tua di Kelurahan Pasalakan, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, menyimpan jejak penyebaran Islam sejak abad ke-14.

‎Masjid yang berdiri di tengah padat pemukiman masyarakat dikenal masyarakat sebagai Masjid Al-Karomah Pasolehan atau Masjid Kramat Pasalakan. Nama Pasolehan berasal dari sebutan bagi orang-orang saleh yang dahulu berkumpul dan mendampingi Syekh Syarif Abdurrohman. ‎ ‎

Baca Juga:Ragam Keunikan Masjid Merah Kedung Menjangan – VideoHukuman Berat Menanti Brimob Yang Aniaya Pelajar Hingga Tewas – Video

Lantaran pelafalan masyarakat setempat, Pasolehan lambat laun disebut Pasalakan, dan kini menjadi nama wilayah administratif kelurahan. Berdasarkan tuturan pengelola, masjid ini diperkirakan telah ada sebelum runtuhnya Kerajaan Majapahit dan sebelum berdirinya Kesultanan Demak. ‎ ‎

Artinya, kawasan ini sudah menjadi titik penyebaran Islam di pesisir Cirebon sejak akhir abad ke-14. Syekh Syarif Abdurrohman disebut diutus untuk berdakwah di wilayah yang saat itu masih kuat dengan tradisi dan kepercayaan lokal. ‎ ‎

Masjid ini kemudian dikategorikan sebagai salah satu masjid kramat di Cirebon. Karena ciri di antaranya mimbar kayu merupakan peninggalan masa awal, serta saka atau tiang penyangga utama masjid sekaligus penanda sejarah berdirinya masjid pertama yang dahulu berukuran lebih kecil dan sederhana. ‎‎

Di samping itu, area masjid juga menyatu dengan area makam Syekh Syarif Abdurrohman. Makam ini menjadi tujuan ziarah masyarakat, baik dari Cirebon maupun luar daerah. ‎ ‎

Seiring waktu, kawasan ini juga berkembang menjadi tempat pemakaman umum. Banyak warga memilih dimakamkan di sekitar makam Syekh, dengan harapan berdekatan dengan sosok wali yang dihormati. ‎

Setiap peringatan hari besar Islam, seperti Maulid Nabi dan bulan Ramadan, masjid ini menjadi pusat kegiatan keagamaan masyarakat. Suasana religius terasa kuat, menyatukan sejarah, tradisi, dan kehidupan warga hingga saat ini. ‎ ‎

Masjid Kramat Pasalakan tak hanya menjadi tempat ibadah. Namun juga saksi perjalanan panjang Islam di Cirebon, yang terus dijaga dan dirawat oleh generasi ke generasi.

0 Komentar