RADARCIREBON.TV – Genderang perang Eropa resmi ditabuh. Drawing babak 16 besar Liga Champions UEFA musim 2025/2026 bukan sekadar undian biasa, ini adalah peta medan tempur menuju Budapest, tempat mahkota “Raja Eropa” akan diperebutkan pada 30 Mei 2026.
Tak ada ruang untuk bersembunyi. Tak ada jalan sunyi menuju final.
Duel Ulangan yang Sarat Dendam
Sorotan utama langsung tertuju pada pertemuan klasik: Real Madrid vs Manchester City. Empat musim beruntun mereka saling mengadang di fase gugur. Ini bukan kebetulan, ini takdir sepak bola modern.
Baca Juga:GBLA Meledak!! Persib Bandung Bantai Madura United 5-0, Rekor Kemenangan Kandang 100 Persen TerjagaHT: Persib Vs Madura 3-0, Persib Mengamuk di GBLA
Madrid datang dengan aura 15 kali juara Eropa, warisan yang membuat mereka selalu hidup di malam-malam Liga Champions. City, di bawah komando taktis tanpa kompromi, menyimpan memori kemenangan 2-1 di Santiago Bernabeu pada fase liga musim ini. Namun fase gugur adalah dunia berbeda, di sinilah mental baja diuji.
Pemenang laga ini tak akan mendapat jalan lunak. Di perempat final sudah menunggu kemungkinan benturan dengan Bayern Munich atau Atalanta BC. Artinya, siapa pun yang lolos dari duel Madrid-City bisa saja langsung masuk ke perang besar berikutnya tanpa sempat bernapas.
Jalur Api PSG dan Chelsea
Di sisi lain, juara bertahan Paris Saint-Germain harus menghadapi ujian keras melawan Chelsea. Laga ini disebut-sebut sebagai ulangan final Piala Dunia Antarklub 2025 dan atmosfernya dipastikan panas sejak menit pertama.
PSG mengusung misi mempertahankan takhta. Chelsea datang dengan proyek kebangkitan dan ambisi membungkam dominasi Paris. Siapa pun yang lolos dari duel ini kemungkinan besar akan bertemu pemenang Galatasaray vs Liverpool.
Liverpool sendiri tak bisa menganggap enteng Galatasaray. Atmosfer Istanbul selalu menyimpan cerita kelam bagi tim tamu. Jika The Reds lolos, potensi semifinal menghadirkan mimpi sekaligus ancaman: bertemu Real Madrid, lawan yang dalam beberapa musim terakhir kerap menjadi mimpi buruk mereka.
Arsenal dan Jalan Terbuka Menuju Takhta
Di bagan berbeda, Arsenal datang sebagai pemuncak fase liga. Konsistensi mereka menjadi pesan tegas bahwa proyek jangka panjang akhirnya matang.
Babak 16 besar mempertemukan mereka dengan Bayer Leverkusen. Secara kalkulasi kekuatan, The Gunners difavoritkan. Namun sejarah Liga Champions selalu mengingatkan: status unggulan tak pernah menjamin apa pun.
