RADARCIREBON.TV – Momen buka puasa itu memang selalu terasa spesial. Setelah seharian nahan lapar dan haus, segelas air putih pertama rasanya kayak “nikmat dunia banget”.
Nah, bukan cuma soal makan dan minum, ada juga doa yang dianjurkan dibaca supaya momen berbuka makin penuh makna dan pahala.
Banyak dari kita yang sudah hafal di luar kepala doa “Allahumma laka shumtu…”. Nah, belakangan ini, doa “Dzahaba-zh-zhama’u…” lagi sering banget dibahas dan makin populer diamalkan.
Yuk, kita bedah santai kenapa doa ini spesial banget!
Baca Juga:PSSI Awards 2026: 5 Bintang Timnas Berebut Gelar Pemain Terbaik, Jay Idzes, Kevin Diks, hingga Yakob SayuriLive Indosiar! Persib vs Madura United Malam Ini, Marc Klok Siap Comeback?
Apa sih Bunyi Doanya?
Buat kamu yang mungkin baru mau mulai menghafal, ini dia teksnya:
ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ، وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللهُ
“Dzahaba-zh-zhama’u wab-tallatil ‘uruuqu wa tsabatal ajru insyaa Allah.”
Artinya juga dalem banget, lho:
“Telah hilang rasa haus, telah basah urat-urat, dan telah tetap pahala, insya Allah.”
Kenapa Doa Ini “Ngena” Banget?
Ada beberapa alasan kenapa doa ini terasa lebih personal dan “manusiawi” banget buat kita yang lagi puasa:
Sangat Realistis: Pas kita minum air pertama kali saat buka, yang paling kerasa apa? Hausnya ilang dan tenggorokan berasa seger lagi, kan? Doa ini menggambarkan perasaan itu secara fisik (“telah basah urat-urat”).
Berdasarkan Riwayat yang Kuat: Banyak ulama yang menyarankan doa ini karena diriwayatkan dalam hadits yang shahih (HR. Abu Dawud). Jadi, kita makin mantap mengamalkannya.
Optimisme Pahala: Kalimat “wa tsabatal ajru” itu semacam self-reminder kalau lelah kita seharian ini nggak sia-sia. Ada pahala yang sudah “ngetem” buat kita di sisi Allah.
Baca Juga:Daftar Nominasi Kiper Terbaik PSSI Awards 2026, Emil Audero hingga Teja Paku Alam Masuk!PBSI Bidik Los Angeles 2028, Ganda Putra Jadi Andalan di All England 2026
Kapan Waktu Terbaik Bacanya?
Ini nih yang sering jadi pertanyaan: “Dibaca sebelum atau sesudah minum?”.
Kalau melihat dari artinya yang pakai bentuk kata kerja “telah” (sudah terjadi), para ulama menjelaskan kalau doa ini dibaca setelah kita membatalkan puasa. Jadi, urutannya begini:
- Baca Bismillah.
- Minum air atau makan kurma (batalkan puasa).
- Baru deh baca Dzahaba-zh-zhama’u…
Dengan begitu, kalimat “telah hilang rasa haus” itu jadi beneran nyata karena kita baru saja minum. Simpel, kan?
