Musim ini Dewa United sedang menunjukkan tren positif pada putaran kedua kompetisi setelah sempat terseok-seok di awal musim. Klub asuhan Riekerink berhasil meraih kemenangan penting, termasuk menghadapi Persita dan meraih tiga poin, yang kini membantu mereka berada di papan tengah klasemen. Dalam konteks ini, penggunaan pemain seperti Jenner dipertimbangkan matang oleh staf pelatih agar tak mengganggu keseimbangan tim.
Selain itu, Dewa United memang memiliki sejumlah pemain di lini tengah yang bisa beroperasi dalam berbagai peran, sehingga persaingan internal di area tersebut cukup ketat. Kehadiran pemain berpengalaman seperti Ricky Kambuaya, Alexis Messidoro, dan Hugo Gomes menjadi alasan mengapa pelatih harus membuat keputusan selektif saat memilih pemain untuk satu pertandingan tertentu. Karena itu, absennya Jenner lebih dikaitkan dengan strategi pilihan pemain ketimbang kondisi fisik yang buruk.
Jan Olde Riekerink berharap keputusan yang diambil ini tidak disalahartikan oleh publik karena setiap pertandingan membutuhkan pendekatan yang berbeda, tergantung situasi lawan dan tujuan tim. Sambil terus memantau perkembangan performa para pemain, Riekerink yakin Jenner akan mendapatkan kesempatan tampil di laga-laga berikutnya, terutama jika sudah sepenuhnya siap secara taktik dan fisik sesuai kebutuhan tim.
Baca Juga:Sengketa Saham Radar Bogor Berakhir, Dahlan Iskan Menangkan Perkara Melawan Jawa PosJoeri Heerkens Akui Sedih Gagal Bersaing dengan Maarten Paes Jadi Kiper Utama Ajax
Dengan demikian, absennya Ivar Jenner dalam skuad kontra Persita adalah hasil dari keputusan pelatih yang mempertimbangkan berbagai hal di balik layar, dan bukan semata karena kondisi kesehatan sang pemain. Ke depan, fokus Jenner akan tetap pada adaptasi bersama rekan-rekan setim dan menunggu kesempatan tampil di lapangan untuk membantu Dewa United mempertahankan momentum positif di kompetisi musim ini.
