×
RCTV live Streaming

Jangan Rugi! Ini Syarat Sah Puasa Ramadan yang Wajib Kamu Tahu

dok.ist
Syarat sah puasa/ foto: gemini ai
0 Komentar

RADARCIREBON.TV – Puasa Ramadan itu bukan cuma soal kuat nahan lapar dan haus, tapi juga soal sah atau nggaknya ibadah yang kita jalani.

Jangan sampai sudah seharian menahan diri, tapi ternyata ada syarat yang terlewat. Rugi banget, kan? Makanya penting buat tahu dasar-dasarnya, supaya puasa kita bukan cuma dapat capeknya, tapi juga maksimal pahalanya.

Bayangkan kita sudah nahan lapar dan haus dari subuh sampai magrib, eh ternyata ada poin kecil yang terlewat bikin puasa kita nggak dihitung.

Baca Juga:Messi Jadi Korban Euforia Fans, Laga Uji Coba Inter Miami Diwarnai KericuhanKredit Pensiun Mandiri Taspen hingga Rp350 Juta Ramai Dibahas, Ini Fakta dan Syaratnya

Sayang banget, kan? Nah, biar ibadah kita nggak sekadar dapat “lapar dan haus” doang, yuk kita bahas syarat sah puasa Ramadan dengan gaya santai.

Apa Saja Syarat Sah Puasa?

Secara garis besar, syarat sah ini adalah “tiket” supaya puasa kita diterima secara hukum fikih. Berikut poin-poinnya:

1. Islam

Ini sudah jelas, ya. Puasa Ramadan adalah ibadah khusus untuk umat Muslim. Jadi, syarat utamanya memang harus beragama Islam.

2. Berakal Sehat (Tidak Gila)

Puasa itu butuh kesadaran. Kalau seseorang sedang hilang ingatan atau mengalami gangguan jiwa, kewajiban puasanya gugur.

Begitu juga kalau ada yang pingsan atau mabuk seharian penuh, itu bisa membatalkan atau membuat puasanya nggak sah.

3. Mumayyiz (Bisa Membedakan Baik dan Buruk)

Mungkin kamu sering lihat anak kecil belajar puasa. Secara hukum, puasa baru dianggap sah kalau si anak sudah mumayyiz.

Artinya, dia sudah bisa membedakan mana yang benar dan salah, atau minimal sudah bisa makan dan mandi sendiri. Biasanya usia 7 tahun ke atas.

Baca Juga:Jadwal Liga Inggris Akhir Pekan Ini: Arsenal vs Chelsea Siap Guncang Liga Inggris, Man City dan MU Juga Main!FIFA Series 2026: Thom Haye Diskors 4 Laga, Ricky Kambuaya Jadi Solusi Timnas Indonesia?

4. Suci dari Haid dan Nifas

Nah, ini khusus buat para perempuan. Puasa nggak akan sah kalau dilakukan saat sedang menstruasi atau masa nifas setelah melahirkan.

Tapi tenang, ini bukan berarti dilarang ibadah, kok. Justru meninggalkan puasa saat haid adalah bentuk kepatuhan kepada aturan Allah. Jangan lupa dicatat ya hari-harinya, karena wajib diganti (qadha) di bulan lain.

5. Masuk Waktu Puasa

Kita nggak bisa puasa Ramadan di bulan Syawal atau bulan lainnya sesuka hati. Puasanya baru sah kalau memang sudah masuk bulannya (berdasarkan terlihatnya hilal atau istikmal).

0 Komentar