RADARCIREBON.TV- Pada 3 Maret 2026, langit Indonesia bakal kedatangan fenomena seru: Gerhana Bulan Total. Yang bikin makin menarik, saat gerhana ini terjadi, Bulan juga akan tampak kemerahan alias sering disebut Blood Moon. Nggak heran kalau momen ini selalu bikin penasaran, baik buat masyarakat umum maupun pecinta astronomi.
Nah, sebenarnya Blood Moon itu apa sih? Dan kenapa Bulan bisa berubah jadi merah? Yuk, kita bahas dengan bahasa yang gampang dipahami.
Apa Itu Gerhana Bulan Total?
Menurut penjelasan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Gerhana Bulan Total terjadi ketika Matahari, Bumi, dan Bulan berada dalam satu garis lurus. Dalam posisi ini, Bulan masuk sepenuhnya ke dalam bayangan inti Bumi yang disebut umbra.
Baca Juga:Daftar Performa Pemain Naturalisasi di BRI Super League 2025/2026, Siapa Paling Bersinar?Persaingan Juara BRI Super League 2025/2026 Mengerucut, Cuma 3 Tim yang Masih Bertahan!
Saat sudah masuk ke bayangan inti itu, cahaya Matahari nggak lagi menyinari Bulan secara langsung. Cahaya yang sampai ke Bulan adalah cahaya yang sudah melewati atmosfer Bumi terlebih dulu. Karena itulah tampilan Bulan jadi berubah saat fase totalitas.
Gerhana Bulan Total cuma bisa terjadi saat Bulan Purnama. Tapi nggak semua purnama otomatis jadi gerhana, karena posisi ketiganya harus benar-benar sejajar.
Kenapa Disebut Blood Moon?
Istilah Blood Moon sebenarnya cuma sebutan buat menggambarkan warna Bulan yang jadi kemerahan saat Gerhana Bulan Total.
Masih menurut penjelasan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, warna merah itu muncul karena proses yang disebut hamburan Rayleigh di atmosfer Bumi.
Gampangnya begini:
Cahaya Matahari itu terdiri dari berbagai warna. Saat cahaya itu melewati atmosfer Bumi, warna dengan panjang gelombang pendek seperti biru dan ungu lebih dulu tersebar.
Sementara warna merah tetap lanjut dan akhirnya dibiaskan ke arah Bulan. Hasilnya? Dari Bumi, Bulan terlihat merah seperti darah.
Penjelasan serupa juga disampaikan oleh laman astronomi Space. Mereka menegaskan bahwa Blood Moon bukan fenomena terpisah, melainkan bagian dari Gerhana Bulan Total itu sendiri. Jadi intinya, Blood Moon = Gerhana Bulan Total yang lagi masuk fase puncak dan tampak merah.
