RADARCIREBON.TV- Harga emas Antam yang dipantau dari laman Logam Mulia, di Jakarta, Senin, 09.01 WIB, naik Rp50.000 dari semula Rp3.085.000 menjadi Rp3.135.000 per gram.
Begitu pula untuk harga beli kembali (buyback) emas Antam kini naik menjadi Rp2.914.000 per gram.
Harga emas Antam sewaktu-waktu bisa berubah.
Transaksi harga jual dikenakan potongan pajak, sesuai dengan PMK No. 34/PMK.10/2017 untuk semua jenis emas mulai dari gramasi 1 gram hingga 1.000 gram (1 kilogram).
Baca Juga:Persebaya vs Persib Bandung di BRI Super League: Duel Klasik Demi Takhta KlasemenRamon Tanque, Bomber Persib Cetak 2 Gol Saat Persib Bungkam Madura 5-0
Penjualan kembali emas batangan ke PT Antam Tbk dengan nominal lebih dari Rp10 juta, dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 1,5 persen untuk pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan 3 persen untuk non-NPWP.
PPh 22 atas transaksi buyback dipotong langsung dari total nilai buyback.
Berikut harga pecahan emas batangan yang tercatat di laman Logam Mulia Antam terbaru:
- Harga emas 0,5 gram: Rp1.617.500.
- Harga emas 1 gram: Rp3.135.000.
- Harga emas 2 gram: Rp6.210.000.
- Harga emas 3 gram: Rp9.290.000.
- Harga emas 5 gram: Rp15.450.000.
- Harga emas 10 gram: Rp30.845.000.
- Harga emas 25 gram: Rp76.987.000.
- Harga emas 50 gram: Rp153.895.000.
- Harga emas 100 gram: Rp307.712.000.
- Harga emas 250 gram: Rp769.015.000.
- Harga emas 500 gram: Rp1.537.820.000.
- Harga emas 1.000 gram: Rp3.075.600.000
Potongan pajak harga beli emas sesuai dengan PMK Nomor 34/PMK.10/2017, pembelian emas batangan dikenakan PPh 22 sebesar 0,45 persen untuk pemegang NPWP dan 0,9 persen untuk non-NPWP.
Setiap pembelian emas batangan disertai dengan bukti potong PPh 22.
Di tengah kenaikan permintaan dan harga emas, Indonesia tercatat melakukan impor logam mulia dan perhiasan/permata secara besar-besaran. Impor paling besar dari Australia dengan share 47,54% atau tumbuh 634,30% secara tahunan.
“Impor non migas dari Australia tercatat sebesar US$ 1,07 miliar, ini terutama didominasi impor logam mulia dan perhiasan/permata. Ternyata perhiasan atau logam mulia banyak diimpor dari Australia dengan share 47,54% atau tumbuh 634,30% secara tahunan,” ungkap Ateng.
