RADARCIREBON.TV- Apakah Iran dan Amerika Serikat masih dapat mengikuti Piala Dunia 2026 jika terjadi perang? Bagaimana FIFA menangani negara konflik? Apakah Piala Dunia 2026 akan melarang Iran dan AS?
Iran dan Amerika Serikat terlibat perang bersenjata pada Sabtu (28/1/2026) kemarin. Amerika Serikat melancarkan sejumlah serangan udara ke wilayah Iran dan menimbulkan korban jiwa. Di sisi lain, Iran juga membalas dengan menyerang pangkalan militer Amerika Serikat di Timur Tengah.
Konflik tersebut dikhawatirkan berdampak pada penyelenggaraan Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Ini karena Iran adalah salah satu tim yang akan berpartisipasi di turnamen tersebut pada tahun itu dan akan bertanding di Amerika Serikat.
Baca Juga:Tabel KUR BRI 2026 Pinjaman 50 Juta, Berapa Cicilan per Bulan hingga 5 Tahun?Daftar Harga Emas Perhiasan Hari Ini 2 Maret 2026, Apakah Harganya Naik Lagi?
Lantas bagaimana sikap FIFA mengenai hal ini? Sekretaris Jenderal FIFA, Mattias Grafstrom, mengaku pihaknya akan terus memantau situasi yang terjadi di Iran. Grafstrom menegaskan masih terlalu dini untuk menanggapi konflik tersebut.
Perang Iran-Amerika Serikat, Apakah Kedua Tim Masih Bisa Ikut Piala Dunia 2026?
Pada hari Sabtu, 28 Januari 2026, perang bersenjata terjadi antara Iran dan Amerika Serikat. Setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan dimulainya serangan besar terhadap Iran pada Sabtu waktu AS, ketegangan meningkat.
Amerika Serikat telah melancarkan serangan udara ke wilayah strategis Iran, tetapi Iran membalas dengan menembak rudal ke pangkalan militer AS di Timur Tengah. Akibatnya, perang berkembang di wilayah Timur Tengah.
Selain itu, konflik tersebut dikhawatiran berdampak kepada penyelenggaraan Piala Dunia 2026. Pasalnya, Iran merupakan tim peserta Piala Dunia 2026 dan bakal memainkan 3 laga babak penyisihan grup di Amerika Serikat.
Sebagai informasi, Iran bakal tampil di Piala Dunia 2026 sebagai salah satu wakil AFC (Asia). Iran tergabung di Grup G bersama Belgia, Mesir dan Selandia Baru. Team Melli bertanding di Inglewood, California dan Seattle, Washington.
Menyikapi konflik tersebut, Sekretaris Jenderal FIFA, Mattias Grafstrom, mengungkapkan pihaknya masih terus memantau situasi yang terjadi di Iran. Grafstrom menegaskan bahwa terlalu dini untuk menanggapi konflik tersebut.
“Saya membaca berita pagi ini sama seperti Anda. Kami mengadakan pertemuan hari ini dan masih terlalu dini untuk berkomentar secara rinci, tapi kami akan memantau perkembangan terkait semua isu di seluruh dunia,” kata Mattias Grafstrom dikutip dari ESPN.
