Wacana gentengisasi yang mengemuka di tengah masifnya pembangunan infrastruktur disambut positif oleh pelaku industri genteng rakyat. Program ini dinilai berpotensi memperluas keterlibatan usaha kecil dan menengah dalam rantai pembangunan, meski kepastian dan konsistensi pelaksanaannya masih perlu dibuktikan. Program gentengisasi disambut sebagai peluang besar bagi industri genteng rakyat, terutama di daerah sentra produksi seperti Jatiwangi, Majalengka. Kebijakan ini dinilai membuka ruang partisipasi luas karena genteng merupakan produk yang bisa dibuat oleh industri rumahan hingga pabrik sederhana. Terlebih ketika melihat masifnya pembangunan kawasan strategis dan infrastruktur, kebutuhan material bangunan diperkirakan meningkat signifikan. Genteng menjadi sektor yang realistis untuk melibatkan pelaku usaha kecil, berbeda dengan baja dan besi yang dikuasai industri besar. Direktur Jatiwangi Art Factory, Ginggi Syarif Hasyim, menyebut respons positif tersebut tetap disertai sikap menunggu terhadap keseriusan pelaksanaan kebijakan. Sinkronisasi program dan kejelasan arah implementasi menjadi kunci agar gentengisasi tidak berhenti pada wacana. Sementara, para pelaku industri juga menyadari perlunya persiapan internal agar mampu menjawab peluang tersebut. Inovasi produk, peningkatan kualitas serta perhatian pada pengelolaan lingkungan menjadi bagian penting dalam menyambut momentum gentengisasi.