Gaya kepemimpinannya yang kerap turun langsung ke lapangan melalui blusukan dan pendekatan door-to-door dinilai efektif membangun kedekatan dengan masyarakat. Sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Pekalongan, ia juga memiliki basis dukungan politik yang solid. Hal tersebut menjadi salah satu faktor yang mengantarkannya kembali memenangkan Pilkada 2024.
Pada 20 Februari 2025, Fadia resmi dilantik untuk periode keduanya oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan. Pelantikan tersebut menandai kelanjutan kepemimpinannya sekaligus mempertegas posisi politiknya di tingkat daerah.
Kini, kabar OTT KPK menjadi babak baru yang kontras dengan perjalanan panjangnya. Dari panggung dangdut hingga kursi pemerintahan, perjalanan Fadia Arafiq mencerminkan transformasi yang penuh dinamika. Perkembangan kasus yang menjeratnya tentu akan menjadi perhatian publik dalam waktu dekat, sekaligus menguji konsistensi penegakan hukum terhadap kepala daerah di Indonesia.
