Amalan Qiyamul Lail yang Dianjurkan, Lengkap dengan Waktu dan Keutamaannya

Malam Qiyamul Lail
Amalan malam Qiyamul Lail. Foto : Ilustrasi AI
0 Komentar

RADARCIREBON.TV – Qiyamul lail secara bahasa berarti “menghidupkan malam”. Istilah ini merujuk pada berbagai bentuk ibadah yang dilakukan seorang Muslim sejak selepas salat Isya hingga menjelang waktu Subuh. Ibadah malam ini menjadi salah satu amalan yang dianjurkan karena memiliki banyak keutamaan, terutama pada sepertiga malam terakhir.

Secara umum, waktu qiyamul lail dimulai setelah salat Isya dan berakhir saat fajar menyingsing. Artinya, siapa pun dapat melaksanakannya baik sebelum tidur maupun setelah bangun di tengah malam. Para ulama membagi rentang waktu tersebut menjadi tiga bagian, yakni sepertiga malam pertama, sepertiga malam kedua, dan sepertiga malam terakhir. Dari ketiganya, sepertiga malam terakhir disebut sebagai waktu paling utama karena diyakini sebagai saat yang mustajab untuk berdoa dan memohon ampunan.

Amalan dalam qiyamul lail tidak terbatas pada satu jenis ibadah saja. Shalat sunnah menjadi bagian paling umum yang dilakukan. Di antaranya adalah shalat tahajud, yakni shalat malam yang dikerjakan setelah bangun tidur. Selain itu, ada pula shalat witir sebagai penutup dengan jumlah rakaat ganjil. Khusus di bulan Ramadan, umat Islam juga mengenal shalat tarawih yang dilaksanakan secara berjamaah. Beberapa ibadah lain seperti shalat tasbih dan shalat hajat juga termasuk dalam upaya menghidupkan malam.

Baca Juga:Peluang Persib Bandung Juara di BRI Super League 2025/2026Prediksi Newcastle vs Manchester United: Ujian Berat Setan Merah di St. James' Park

Tidak hanya shalat, membaca Al-Qur’an atau tilawah juga menjadi amalan utama dalam qiyamul lail. Membaca dan merenungkan ayat-ayat suci diyakini dapat menenangkan hati serta meningkatkan keimanan. Selain itu, memperbanyak zikir dan istighfar, terutama menjelang waktu sahur, menjadi kebiasaan yang dianjurkan. Pada waktu tersebut, umat Islam dianjurkan memperbanyak doa karena malam hari termasuk waktu yang istimewa untuk bermunajat.

Bagi mereka yang memiliki kesempatan, i’tikaf di masjid juga menjadi pilihan ibadah malam, khususnya saat memasuki sepuluh malam terakhir Ramadan. Pada fase ini, umat Islam berlomba-lomba meningkatkan qiyamul lail untuk meraih kemuliaan malam Lailatul Qadar.

Salah satu doa yang sangat dianjurkan untuk dibaca adalah, “Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni,” yang berarti memohon ampunan kepada Allah Yang Maha Pemaaf. Dengan memahami waktu dan ragam amalannya, qiyamul lail dapat menjadi momentum memperkuat hubungan spiritual serta mengisi malam dengan keberkahan.

0 Komentar