Penting dicatat bahwa target ini bukan angka yang baku dan akan berubah seiring perkembangan klasemen, tetapi angka ini berdasar pada tren perolehan poin yang biasanya cukup untuk mengunci gelar di Liga 1 Indonesia.
•Analisis Skema Matematis Juara
Mari kita uraikan sedikit bagaimana hitungan matematis ini terjadi:
•Sisa Pertandingan: Pada musim reguler Liga 1 2025/2026, setiap tim bermain total 34 laga (17 kandang & 17 tandang). Persib, dengan 23 laga telah dimainkan, masih menyisakan 11 pertandingan lagi.
•Poin Maksimal Rival: Rival terdekat seperti Persija dan Borneo, dengan jumlah poin yang tidak terpaut jauh dari Persib, masih berada dalam posisi yang dapat mengejar jika Persib kehilangan poin penting di laga-laga berikutnya. Total poin maksimal yang masih mungkin dicapai rival saat ini berada di kisaran 72-75 poin, jika mereka memenangkan seluruh laga tersisa.
Baca Juga:Lebaran Muhammadiyah 2026 Kapan? Ini Penetapan Resmi dan Penjelasan Metode Hisab yang DigunakanDiburu Survivors! Update Kode Redeem Free Fire Maret 2026, Cara Klaim dan Fakta Penting yang Wajib Diketahui
•Skenario Terbaik Persib: Jika Persib memenangkan mayoritas laga mereka dan memaksimalkan poin di setiap pertandingan sisa, mereka bisa mencapai angka 80 poin atau lebih sebelum musim usai. Ini akan membuat perolehan poin mereka tidak mungkin dikejar oleh rival meskipun sang pesaing juga meraih angka maksimal sendiri.
Dengan demikian, angka sekitar 80 poin jadi patokan realistis bagi Persib untuk bukan hanya sekadar menjadi juara musim ini, tetapi juga memastikan gelar tersebut tanpa bergantung hasil tim lain.
•Perjalanan Menarik Menuju Gelar Hattrick
Jika target poin itu tercapai, Persib tidak hanya menjadi juara tetapi juga mengukir sejarah dengan tiga gelar juara berturut-turut di Liga 1 Indonesia.
Musim sebelumnya, pada musim 2024/2025, klub Pangeran Biru sempat berada di jalur juara sejak awal dan nyaris menyegel gelar jauh sebelum akhir musim. Pada musim itu, analis menghitung bahwa Persib hanya butuh 69 poin untuk memastikan gelar juara secara matematis, setelah pesaing lain tidak bisa lagi mengejar angka tersebut di sisa laga.
Musim ini, persaingan jauh lebih ketat karena rival seperti Persija, Borneo, dan tim lainnya mampu berada dalam jarak poin yang cukup dekat, sehingga target poin pun otomatis meningkat.
