•Tenor 12 bulan (1 tahun)
Perkiraan cicilan: sekitar Rp8,6-Rp8,8 juta per bulan.
•Tenor 24 bulan (2 tahun)
Perkiraan cicilan: sekitar Rp4,4-Rp4,6 juta per bulan.
•Tenor 36 bulan (3 tahun)
Perkiraan cicilan: sekitar Rp3,1-Rp3,3 juta per bulan.
•Tenor 48 bulan (4 tahun)
Perkiraan cicilan: sekitar Rp2,5-Rp2,7 juta per bulan.
•Tenor 60 bulan (5 tahun)
Perkiraan cicilan: sekitar Rp2,1-Rp2,3 juta per bulan.
Semakin panjang tenor, cicilan bulanan akan lebih ringan, tetapi total bunga yang dibayarkan menjadi lebih besar. Sebaliknya, tenor pendek membuat cicilan lebih tinggi, namun total bunga lebih rendah.
•Syarat Pengajuan KUR BRI 2026
Untuk mengajukan KUR BRI, calon debitur umumnya harus memenuhi sejumlah persyaratan, antara lain:
- Warga Negara Indonesia (WNI).
- Memiliki usaha produktif yang telah berjalan minimal 6 bulan.
- Tidak sedang menerima kredit produktif dari perbankan lain (kecuali kredit konsumtif seperti KPR atau kartu kredit).
- Melengkapi dokumen seperti KTP, Kartu Keluarga, dan surat izin usaha (atau keterangan usaha dari kelurahan/desa).
Untuk pinjaman di atas Rp50 juta, biasanya diperlukan dokumen usaha yang lebih lengkap serta analisis kelayakan yang lebih mendalam dari pihak bank.
•Proses Pengajuan dan Analisis
Baca Juga:Bukan Sekadar Membaca: Ini Keutamaan Tadarus Al-Qur’an di Bulan Ramadan yang Jarang DisadariBerapa Poin yang Dibutuhkan Persib Bandung untuk Jadi Juara Liga 1 2026?
Proses pengajuan KUR BRI umumnya dimulai dengan pengisian formulir dan penyerahan dokumen di kantor cabang atau melalui layanan digital yang tersedia. Setelah itu, pihak bank akan melakukan survei usaha untuk menilai kelayakan calon debitur.
Analisis mencakup kemampuan membayar cicilan (cash flow usaha), riwayat kredit melalui Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK), serta prospek usaha ke depan. Jika dinilai layak, pinjaman akan disetujui dan dana dicairkan ke rekening debitur.
•Manfaat dan Tantangan
KUR memberikan manfaat besar bagi UMKM karena bunga rendah dan persyaratan relatif lebih ringan dibandingkan kredit komersial. Dana pinjaman dapat digunakan untuk menambah modal kerja, membeli peralatan produksi, atau memperluas usaha.
Namun demikian, pelaku usaha tetap perlu berhati-hati dalam menentukan jumlah pinjaman dan tenor. Perhitungan arus kas usaha menjadi faktor kunci agar cicilan tidak memberatkan operasional.
