RADARCIREBON.TV- Bulan suci Ramadan selalu menghadirkan suasana yang berbeda bagi umat Islam di seluruh dunia.
Selain ibadah puasa di siang hari, malam-malam Ramadan dihiasi dengan pelaksanaan sholat Tarawih secara berjamaah di masjid maupun mushola. Sholat Tarawih menjadi salah satu ibadah sunnah yang sangat dianjurkan dan memiliki keutamaan besar. Tradisi ini tidak hanya memperkuat spiritualitas, tetapi juga mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat.
Sholat Tarawih adalah ibadah sunnah yang dikerjakan khusus pada malam hari selama bulan Ramadan. Secara bahasa, “tarawih” berasal dari kata “raaha” yang berarti istirahat. Penamaan ini merujuk pada kebiasaan para sahabat pada masa awal Islam yang beristirahat sejenak setiap selesai empat rakaat. Pelaksanaan sholat Tarawih umumnya dilakukan setelah sholat Isya dan sebelum witir.
Baca Juga:Pinjam Rp300 Juta Lewat KUR BRI 2026, Bisa atau Tidak? Ini Hal Penting yang Wajib Dipahami Pelaku UMKMHarga Emas Hari Ini Naik-Turun Bikin Deg-degan! Investor Pantau Pergerakan Logam Mulia di Tengah Ketidakpastia
Keutamaan sholat Tarawih didasarkan pada hadis Nabi Muhammad SAW. Dalam riwayat sahih yang dicatat oleh Imam Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW bersabda bahwa siapa saja yang menunaikan qiyam Ramadan (shalat malam di bulan Ramadan) dengan penuh keimanan dan mengharap pahala dari Allah, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. Hadis ini menjadi landasan kuat bagi umat Islam untuk bersungguh-sungguh dalam melaksanakan sholat Tarawih.
Mengungkap Keistimewaan Sholat Tarawih
Pada masa Rasulullah SAW, sholat Tarawih pernah dilaksanakan secara berjamaah di masjid selama beberapa malam. Namun, Nabi kemudian menghentikannya karena khawatir umat menganggapnya sebagai kewajiban. Setelah wafatnya Rasulullah, praktik sholat Tarawih berjamaah kembali dihidupkan secara lebih terorganisir pada masa kepemimpinan Khalifah Umar bin Khattab RA. Beliau melihat masyarakat melaksanakannya secara terpisah-pisah, lalu mengumpulkan mereka di bawah satu imam agar lebih tertib dan khusyuk.
Dalam pelaksanaannya, jumlah rakaat sholat Tarawih berbeda-beda di berbagai wilayah. Di Indonesia, praktik yang umum dilakukan adalah 8 rakaat ditambah 3 rakaat witir, atau 20 rakaat ditambah 3 rakaat witir. Perbedaan ini memiliki dasar riwayat masing-masing dan tetap dianggap sah selama dilaksanakan sesuai tuntunan syariat.
Selain pahala pengampunan dosa, sholat Tarawih juga memiliki keutamaan dalam membangun kedekatan spiritual dengan Allah SWT. Ramadan disebut sebagai bulan diturunkannya Al-Qur’an, dan banyak masjid mengisi sholat Tarawih dengan bacaan ayat-ayat Al-Qur’an yang panjang. Dalam satu bulan, tidak sedikit masjid yang menargetkan khatam Al-Qur’an melalui bacaan dalam sholat Tarawih. Hal ini memberi kesempatan kepada jamaah untuk mendengarkan keseluruhan isi Al-Qur’an secara rutin dan terstruktur.
