Mitos atau Fakta Ibu Dilarang Keramas Selama 40 Hari Setelah Melahirkan? Ini Penjelasan Medisnya

Ibu Melahirkan
Dalam dunia medis, masa 40 hari setelah melahirkan dikenal sebagai masa nifas atau postpartum. Foto: Halodoc/tangkap layar - radarcirebon.tv
0 Komentar

Dari sisi medis modern, keramas justru dianjurkan dengan beberapa catatan sederhana. Pertama, gunakan air hangat agar tubuh tidak kaget oleh suhu dingin. Kedua, pastikan rambut segera dikeringkan dengan handuk bersih atau pengering rambut. Ketiga, hindari berkeramas ketika tubuh benar-benar lelah atau sedang mengalami pusing berat akibat kurang tidur.

Perlu dipahami bahwa setelah melahirkan, ibu memang lebih rentan mengalami perubahan hormon yang drastis. Hormon estrogen yang menurun dapat memicu kerontokan rambut beberapa bulan setelah persalinan. Kondisi ini dikenal sebagai postpartum hair loss. Namun, kerontokan tersebut bukan disebabkan oleh keramas, melainkan akibat siklus hormon alami tubuh. Justru dengan menjaga kebersihan kulit kepala, kesehatan rambut dapat lebih terjaga.

Dari sudut pandang kesehatan mental, menjaga kebersihan diri juga memiliki dampak positif. Banyak ibu baru mengalami baby blues atau gangguan suasana hati ringan pada minggu-minggu awal setelah melahirkan. Merawat diri, termasuk mandi dan keramas secara rutin, dapat membantu ibu merasa lebih segar, nyaman, dan percaya diri. Kebersihan diri menjadi bagian penting dalam proses adaptasi psikologis pascapersalinan.

Baca Juga:Jadwal Ketat & Momen Krusial Turnamen Bulu Tangkis Klasik All England 2026!All England 2026 Tayang Live di Vidio! Cara Nonton Wakil Indonesia di Turnamen Super 1000 Tergengsi

Namun demikian, ada kondisi tertentu yang perlu diperhatikan. Jika ibu melahirkan melalui operasi sesar, pastikan area luka tidak terkena air secara langsung sebelum benar-benar kering dan sesuai anjuran dokter. Meski demikian, luka operasi berada di area perut, sehingga keramas tetap aman selama dilakukan dengan hati-hati dan tidak membuat tubuh terlalu lelah.

Para tenaga kesehatan juga menekankan bahwa tidak ada penelitian ilmiah yang membuktikan bahwa keramas selama 40 hari setelah melahirkan dapat menyebabkan penyakit kronis seperti rematik atau gangguan saraf. Rematik sendiri merupakan penyakit autoimun atau gangguan sendi yang tidak berkaitan dengan aktivitas mencuci rambut.

Meski begitu, menghormati tradisi keluarga tetap menjadi pertimbangan banyak ibu. Jika keluarga masih memegang kepercayaan tersebut, solusi kompromi bisa dilakukan, seperti mengurangi frekuensi keramas tetapi tetap menjaga kebersihan dengan cara yang aman dan nyaman. Komunikasi yang baik antara ibu, keluarga, dan tenaga medis menjadi kunci agar kesehatan tetap terjaga tanpa menimbulkan konflik budaya.

0 Komentar