CAS Tolak Banding, 7 Pemain Naturalisasi Malaysia Tetap Disanksi! Begini Respons FAM

Skandal Pemain Naturalisasi
Skandal Pemain Naturalisasi foto : @pengamatsepakbola
0 Komentar

RADARCIREBON.TV – Asosiasi Sepak Bola Malaysia atau Football Association of Malaysia (FAM) akhirnya angkat bicara setelah Court of Arbitration for Sport (CAS) menolak banding terkait sanksi yang dijatuhkan kepada tujuh pemain naturalisasi Malaysia. Keputusan tersebut mempertegas bahwa hukuman dari FIFA tetap berlaku.

Keputusan ini diumumkan melalui pernyataan resmi CAS pada Kamis (5/3/2026). Dalam keterangan resminya, FAM menyatakan telah menerima keputusan final dari lembaga arbitrase olahraga tertinggi di dunia tersebut mengenai banding yang diajukan sebelumnya.

“FAM mengonfirmasi bahwa mereka telah menerima keputusan akhir yang dikeluarkan oleh CAS terkait banding yang diajukan oleh FAM dan tujuh pemain tersebut,” tulis FAM dalam pernyataan resminya.

Baca Juga:Rekap Hasil All England Open 2026: Fajar/Fikri Gulung Malaysia, 3 Wakil Indonesia Lolos Babak KeduaBelum Ada Putusan CAS, Langkah Timnas Malaysia ke Piala Asia 2027 Masih Abu-abu

Tujuh pemain yang terkena sanksi tersebut adalah Gabriel Palmero, Facundo Garces, Rodrigo Holgado, Imanol Machuca, Joao Figueiredo, Jon Irazabal, serta Hector Hevel. Ketujuh pemain tersebut sebelumnya dijatuhi larangan bermain akibat masalah administratif dalam proses naturalisasi mereka.

Meski banding ditolak, CAS memberikan pengurangan masa hukuman yang dihitung sejak 25 September 2025 hingga 26 Januari 2026. Artinya, sebagian masa sanksi telah diperhitungkan dalam periode tersebut.

FAM menyatakan tetap menghormati yurisdiksi CAS sebagai lembaga arbitrase olahraga internasional. Namun, mereka juga menilai bahwa hukuman yang dijatuhkan kepada para pemain tidak sepenuhnya proporsional.

Menurut FAM, para pemain sebenarnya tidak terlibat langsung dalam proses administratif yang menjadi sumber masalah. Mereka juga disebut tidak mengetahui persoalan dokumen yang terjadi di balik proses naturalisasi tersebut.

“Keputusan ini sangat mengecewakan, terutama bagi para pemain. Mereka tidak terlibat dalam proses administrasi dan tidak mengetahui hal-hal administratif,” tulis FAM dalam pernyataannya.

FAM menegaskan bahwa ketujuh pemain tersebut telah memperoleh kewarganegaraan Malaysia sesuai dengan hukum yang berlaku di negara tersebut. Oleh karena itu, mereka menilai para pemain seharusnya tidak menjadi pihak yang paling dirugikan dalam kasus ini.

Meski merasa kecewa, FAM menyatakan akan tetap mempelajari secara menyeluruh keputusan CAS setelah menerima dokumen lengkap dari putusan tersebut. Langkah ini dilakukan untuk menentukan tindak lanjut yang mungkin diambil oleh federasi.

0 Komentar