Insiden Petasan dan Nyanyian Rasis di Stadion GBT, Persebaya Putuskan Tutup Tribun Utara hingga Akhir Musim

Persebaya Surabaya
Stadion GBT ditutup sementara. Foto : Ig @officialpersebaya
0 Komentar

RADARCIREBON.TV – Manajemen Persebaya Surabaya mengambil langkah tegas setelah terjadinya insiden penggunaan petasan serta nyanyian bernada kebencian dari oknum suporter di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT). Sebagai bentuk tanggung jawab sekaligus upaya menjaga keamanan pertandingan, klub memutuskan untuk menutup Tribun Utara stadion hingga akhir musim kompetisi.

Keputusan tersebut diambil menyusul kejadian yang terjadi saat laga antara Persebaya melawan Persib Bandung dalam lanjutan kompetisi Liga 1 Indonesia. Dalam pertandingan tersebut, sejumlah oknum suporter dilaporkan menyalakan petasan di area tribun, yang menyebabkan gangguan jalannya pertandingan dan menciptakan situasi yang tidak kondusif di dalam stadion.

Selain penggunaan petasan, laporan juga menyebutkan adanya nyanyian yang mengandung unsur rasis dan ujaran kebencian yang ditujukan kepada pihak lawan. Tindakan tersebut dinilai mencederai nilai sportivitas serta berpotensi merusak citra sepak bola Indonesia. Manajemen Persebaya pun menilai perlu adanya langkah nyata agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

Baca Juga:Perjalanan Karier Ernando Ari: Dari Timnas U-20 hingga 100 Laga Bersama Persebaya, Bukti Loyalitas Tanpa BatasPrediksi Persijap vs Persis Solo: Laga Krusial Penentuan Nasib di Zona Bawah BRI Super League

Melalui kebijakan tersebut, Tribun Utara GBT akan dikosongkan mulai April 2026 hingga berakhirnya musim kompetisi. Artinya, tidak akan ada penonton yang diperbolehkan menempati area tribun tersebut selama sisa pertandingan kandang Persebaya musim ini.

Manajemen klub menyampaikan bahwa keputusan ini bukan hanya bentuk sanksi, tetapi juga bagian dari upaya edukasi bagi suporter agar tetap menjaga ketertiban dan menghormati nilai-nilai fair play dalam sepak bola. Klub berharap langkah ini dapat menjadi pengingat bahwa dukungan kepada tim harus dilakukan secara positif tanpa melanggar aturan.

Selain itu, pihak klub juga menyatakan akan terus berkoordinasi dengan aparat keamanan serta pihak penyelenggara liga untuk memastikan setiap pertandingan berjalan aman dan nyaman bagi semua pihak. Persebaya juga mengajak seluruh suporter setia mereka untuk tetap memberikan dukungan secara sportif dan bertanggung jawab.

Penutupan tribun ini diperkirakan akan berdampak pada atmosfer pertandingan di stadion, mengingat Tribun Utara selama ini dikenal sebagai salah satu sektor yang paling aktif dalam memberikan dukungan kepada tim kebanggaan Kota Surabaya tersebut.

Meski demikian, manajemen klub menegaskan bahwa menjaga keamanan, kenyamanan, dan citra sepak bola nasional merupakan prioritas utama. Mereka berharap kejadian ini dapat menjadi momentum bagi semua pihak untuk lebih menghargai nilai sportivitas dan menciptakan lingkungan sepak bola yang lebih sehat di Indonesia.

0 Komentar