RADARCIREBON.TV- Perubahan musim di Indonesia selalu menjadi perhatian masyarakat, terutama bagi sektor pertanian, perikanan, hingga aktivitas sehari-hari.
Setiap tahunnya, pergantian dari musim hujan menuju musim kemarau tidak selalu terjadi pada waktu yang sama di setiap wilayah. Oleh karena itu, informasi mengenai perkiraan musim kemarau sangat penting agar masyarakat dapat mempersiapkan diri lebih awal.
Badan meteorologi di Indonesia, yaitu Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG, secara rutin mengeluarkan prakiraan musim berdasarkan analisis data iklim dan pola atmosfer. Berdasarkan pola klimatologi di Indonesia, musim kemarau biasanya mulai terjadi secara bertahap pada periode April hingga Juni di sebagian besar wilayah.
Baca Juga:Infinix Note 60 Ultra Siap Mengguncang Pasar HP 2026BRImo Terblokir? Begini Cara Membuka Blokir Aplikasi Mobile Banking BRI dengan Cepat dan Aman
Pergeseran Musim Terjadi Secara Bertahap
Indonesia memiliki karakteristik iklim tropis dengan dua musim utama, yaitu musim hujan dan musim kemarau. Namun, karena wilayahnya yang luas serta dipengaruhi berbagai faktor atmosfer, pergantian musim tidak terjadi secara serentak di seluruh daerah.
Menurut analisis klimatologi yang sering dirilis oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, awal musim kemarau biasanya dimulai dari wilayah selatan Indonesia terlebih dahulu. Daerah seperti sebagian wilayah di Pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara sering menjadi kawasan yang lebih cepat mengalami penurunan curah hujan.
Setelah itu, kondisi kering secara bertahap akan meluas ke wilayah lain di Indonesia. Proses ini bisa berlangsung selama beberapa bulan hingga seluruh wilayah benar-benar memasuki periode kemarau.
Faktor yang Mempengaruhi Musim Kemarau
Perkiraan musim kemarau tidak hanya ditentukan oleh pola hujan tahunan, tetapi juga dipengaruhi oleh beberapa fenomena iklim global. Salah satu faktor penting adalah pergerakan angin muson yang membawa massa udara kering dari wilayah Australia menuju Asia.
Ketika angin muson timur mulai mendominasi, curah hujan di banyak wilayah Indonesia akan menurun secara signifikan. Inilah yang menandai dimulainya periode musim kemarau.
Selain itu, fenomena iklim global seperti El Niño juga dapat memengaruhi kondisi musim kemarau di Indonesia. Saat fenomena ini terjadi, suhu permukaan laut di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur menjadi lebih hangat dari biasanya. Dampaknya, curah hujan di sebagian wilayah Indonesia dapat berkurang dan musim kemarau bisa terasa lebih panjang atau lebih kering.
