Masjid Bambu Tanpa Paku di Kota Cirebon – Video

Masjid Bambu Tanpa Paku di Kota Cirebon
0 Komentar

Beragam arsitektur tempat ibadah didesain sedemikian rupa untuk membuat nyaman para jemaah dalam beribadah, seperti sebuah masjid yang terbuat dari bambu tanpa paku, sementara bagian atapnya terbuat dari injuk dan anyaman. Selain digunakan untuk beribadah pada umumnya, masjid yang berada di pusat kota ini kerap dijadikan tempat tujuan pelancong yang ingin merasakan beribadah serasa menyatu dengan nuansa alam.

Seperti inilah suasana di Masjid As-Shamad yang terletak di Kelurahan Kebon Baru, Kecamatan Kejaksan, Kota Cirebon. Meski terletak di tengah Kota Cirebon yang dikenal panas, masjid seluas sekitar empat ratus meter persegi ini menghadirkan suasana sejuk dan nyaman bagi siapapun yang masuk kedalamnya.

Pasalnya, masjid yang dibangun pada dua ribu lima belas ini, sembilan puluh persen dibangun dengan material bambu yang sengaja didatangkan dari Majalengka, mulai dari tiang, dinding, hingga pembatas jemaah pria dan wanita. Menariknya, tak ada satupun paku-paku yang digunakan untuk membangun masjid tersebut.

Baca Juga:Pentingnya Advokasi Hukum, Tim KKN UGJ Gelar Penyuluhan dan Sosialisasi bagi Perangkat DesaBimtek Sertifikat Laik Higiene Dan Sanitasi – Video

Untuk menyatukan bilah bambu, masih dengan pola tradisional, yakni menggunakan tekhnik lobang pasang serta simpul tali temali untuk pengikat satu bambu ke bambu lainnya.

Sebagai ciri khas Kota Udang, ornamen-ornamen masjid bambu ini sepenuhnya menggunakan kerajinan tangan berbahan utama kerang laut. Sampai-sampai, ratusan kerang laut terpasang cantik dan berkilau di mimbar khutbah imam.

Tak hanya itu, lampu-lampu yang ada di masjid tersebut juga sepenuhnya menggunakan dekorasi berupa kerajinan tangan berbahan kerang laut. Ssehingga cahaya lampu terpancar cantik dari sela-sela pernak-pernik kerang laut.

Kesejukan alami dibalut masjid dengan arsitektur klasik membuat jemaah betah dan khusyuk dalam beribadah.

Meski bukan masjid peninggalan sejarah para tokoh Islam terdahulu, namun masjid ini ramai digunakan untuk beribadah pada umumnya. Masjid yang berada di pusat kota ini bahkan kerap dijadikan tempat tujuan pelancong yang ingin merasakan beribadah serasa menyatu dengan alam.

0 Komentar