RADARCIREBON.TV- AC Milan memenangi Derby Milan usai mengalahkan Inter Milan 1-0. Gol tunggal kemenangan Rossoneri dibuat oleh Pervis Estupinan.
Milan vs Inter pada laga Derby Milan berlangsung di San Siro, Senin (9/3/2026). Rossoneri mampu bikin gol lewat Pervis Estupinan di menit ke-35.
Milan mampu mempertahankan keunggulan 1-0 hingga laga tuntas. Kemenangan di Derby Milan bikin Il Diavolo memangkas jarak dengan Inter di puncak klasemen Serie A.
Baca Juga:Promo Matahari Jumbo Sale Maret 2026: Sepatu dan Baju Koko Mulai Rp80 Ribuan!Rekomendasi 6 Olahan Telur untuk Menu Sahur, Praktis dan Anti Ribet
Milan di posisi kedua dengan 60 poin. Mereka tertinggal tujuh poin dari Inter di urutan teratas.
Jalannya Pertandingan
Milan tampil agresif di awal laga. Pressing tinggi Rossoneri hampir menghadirkan gol di menit ke-3.
Christian Pulisic mampu memotong unmpan Yann Sommer. Ia lalu memberikannya ke Luka Modric. Tembakan Modric tapi masih melebar.
Si Ular perlahan bisa lepas dari tekanan Il Diavolo. Laga kemudian berjalan sengit.
Inter mencoba mengancam di menit ke-34 lewat aksi Henrikh Mkhitaryan. Ia bisa menusuk ke pertahanan Milan. Namun, sepakannya masih bisa diblok Mike Maignan.
Gol!!! Milan membuka keunggulan di menit ke-35. Youssouf Fofana melakukan kombinasi apik dengan Rafael Leao lalu melepas umpan terobosan ke sisi kiri. Pervis Estupinan muncul dari belakang menyambar umpan tersebut untuk bikin gol.
Skor 1-0 untuk Milan bertahan hingga babak pertama tuntas.
Inter memulai babak kedua dengan tampil menekan. Piotr Zielinski punya kesempatan dari sudut sempit. Maigan masih sigap menepis bola.
Baca Juga:Bukan Hanya Menahan lapar Dan Haus. Ini 3 Cobaan Terberat Saat BerpuasaApple Rilis iPad Air M4, Ini Spesifikasi dan Harganya
Federico Dimarco membuang peluang di menit ke-54. Nicolo Barella yang menusuk dari sisi kiri bisa melepas umpan ke Mkhitaryan.
Mkhitaryan menyodorkan bola ke Dimarco. Tembakan Dimarco tapi melambung.
Giliran Danzel Dumfries yang mencoba mengancam usai mendapatkan bola liar. Tembakannya tepat di pelukan Maignan.
Inter tampil dominan di babak kedua. Mereka mengurung lini belakang Milan memburu gol penyama kedudukan.
Lini belakang Milan bermain solid meredam serangan Nerazzurri. Inter kesulitan bikin peluang berbahaya.
Inter sempat menggetarkan jala Milan di menit akhir. Sepak pojok Dimarco bisa ditanduk Carlos Augusto. Namin wasit lebih dulu meniup peluit agar sepak pojok diulang.
