RADARCIREBON.TV – Nama Tim Geypens menjadi salah satu pemain yang mencuri perhatian setelah masuk dalam daftar panggilan Tim Nasional Indonesia untuk agenda FIFA Series 2026. Bek muda yang saat ini bermain di Belanda tersebut berpeluang menjalani debut bersama skuad Garuda di level senior.
Pemain berusia 20 tahun itu termasuk dalam daftar 41 pemain yang dipanggil oleh pelatih John Herdman. Daftar tersebut masih berstatus skuad sementara yang nantinya akan diseleksi kembali untuk menentukan pemain yang masuk ke skuad final.
Turnamen FIFA Series 2026 dijadwalkan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, pada 23 hingga 31 Maret 2026. Ajang ini menjadi kesempatan penting bagi Timnas Indonesia untuk menguji kekuatan tim sekaligus memberi peluang kepada sejumlah pemain baru.
Baca Juga:Dua Tahun Menghilang, Elkan Baggott Kini Berebut Tempat dengan Jay Idzes dan Kevin Diks di Timnas IndonesiaKiper Persib Bandung Teja Paku Alam Tak Masuk Daftar Timnas Indonesia, Begini Reaksi Sang Pelatih
Dalam turnamen tersebut, Timnas Indonesia dijadwalkan menghadapi St Kitts and Nevis national football team pada 27 Maret 2026 pukul 20.00 WIB. Pada hari yang sama, Bulgaria national football team akan bertemu Solomon Islands national football team.
Tim yang menang dalam kedua pertandingan tersebut akan bertemu di partai final pada 30 Maret 2026. Sementara dua tim yang kalah akan bertanding dalam perebutan tempat ketiga pada hari yang sama.
Masuknya Tim Geypens dalam daftar pemain membuka peluang besar bagi dirinya untuk menjalani debut bersama Timnas Indonesia. Namun, ia tetap harus bersaing dengan sejumlah pemain lain untuk mendapatkan tempat di skuad utama.
Perjalanan Karier Tim Geypens
Tim Geypens memiliki nama lengkap Tim Henri Victor Geypens. Ia lahir di Oldenzaal, Belanda, pada 21 Juni 2005 dan memiliki darah Indonesia dari garis keturunan ibunya.
Di lapangan, Geypens dikenal sebagai pemain yang berposisi sebagai bek sayap kiri. Posisi ini menuntut pemain untuk aktif membantu serangan sekaligus menjaga kekuatan pertahanan di sisi lapangan.
Dengan tinggi badan sekitar 184 cm, ia memiliki postur yang ideal untuk seorang pemain bertahan. Selain kuat secara fisik, ia juga dikenal memiliki kemampuan membaca permainan dengan cukup baik.
Karier sepak bolanya dimulai dari akademi FC Twente, salah satu klub yang dikenal memiliki sistem pembinaan pemain muda berkualitas di Belanda. Dari akademi tersebut, ia mengembangkan kemampuan dasar sebelum melangkah ke level profesional.
